Ajak Warga Nongkrong Sambil Baca Buku

BUKU : Komunitas “Buku Ini Aku Pinjam” menyediakan koleksi buku yang bisa dibaca oleh pengunjung Taman Sangkareang Kota Mataram (Zulfahmi/Radar Lombok)

Buku adalah jendela dunia. Ungkapan ini menjadi pegangan utama empat gadis cantik ini mendirikan komunitas khusus untuk mereka yang hobi membaca. Ya, nama komunitasnya “Buku Ini Aku Pinjam”.

 

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Jika anda kebetulan berkunjung ke Taman Sangkareang Mataram, anda akan menemukan di trotoar taman ada banyak buku yang diatur rapi. Jangan disangka ini buku untuk dijual. Buku-buku tersebut adalah milik Komunitas “Buku Ini Aku Pinjam” yang memang mengajak siapapun pengunjung taman untuk mampir dan membaca buku. Buku tidak boleh dibawa pulang.

Komunitas ini dibentuk oleh empat gadis cantik yang punyai hobi yang sama : membaca dan mengoleksi buku. Mereka adalah Hari Ariyanti atau yang akrab di sapa Yanet, Eka, Dee dan Yani. Tujuan mereka mulia, yakni berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat lewat buku-buku yang mereka suguhkan.

Kepada Radar Lombok kemarin Yanet menjelaskan, setiap hari dari pukul 16.00 Wita sampai pukul 21.00 Wita lapak buku siap melayani warga. Buku yang “dihidangkan” beraneka ragam seperti buku fiksi dan non fiksi. “Buku-buku yang kami pinjamkan ini koleksi kami berempat,” ungkap Yanet.

Sambutan warga juga positif. Buktinya banyak warga yang mampir untuk sekedar melihat maupun membaca koleksi yang disediakan. Para pengunjung taman kini tidak hanya sekedar nongkrong dan main gadget, melainkan mengisi otak dengan pengetahuan lewat buku.” Mereka tidak sekedar nongkrong, tetapi bisa sambil membaca,” ungkapnya.

Kegiatan ini sudah berjalan sekitar sebulan. Ada interaksi antara pengelola dengan warga. Kadang ada warga yang memang hobi membaca buku langsung bergabung menjadi anggota komunitas dan menyumbangkan koleksi buku-buku mereka.” Kita juga bisa nambah teman dan anggota komunitas,” terangnya.

Proses berdirinya komunitas ini kaya Yanet, bukan tanpa halangan. Komunitas ini dirancang sejak Mei lalu dengan nama “ Perpustakaan Keliling”. Tetapi karena  kesibukan masing-masing, pembentukan “ Perpustakaan Keliling” gagal.

Dalam perjalannnya keempat gadis ini bertemu lagi dan sepakat mendirikan komunitas dan diberi nama “ Buku Ini Aku Pinjam. ” Waktu pertama gelar lapak, mau diusir Satgas Pertamanan dikira jualan buku,” tuturnya.

Saat ini anggota komunitas semakin banyak. Koleksi buku juga semakin banyak. Dulu pendiri sepakat lapak buka sampai magrib. Namun karena pengunjung banyak yang datang malam hari, maka mereka memutuskan buka sampai malam.

Salah satu kebahagian empat gadis ini dengan kegiatan yang dilakukan yakni bisa berbagi dan mendapatkan ilmu, plus dapat teman. Yanet berharap kedepan akan banyak lagi komunitas serupa.” Mudahan di daerah lain ada cabang komunitas ini,” harapnya.

Buku-buku yang ada sebetulnya boleh dipinjam dibawa pulang. Tetapi itu untuk warga yang dikenal bisa menjamin keamanan buku. Jika mau minjem, warga bisa memesan secara online dengan menyebutkan alamat tempat tinggal. Anggota komunitas siap mengantarkan buku ke tempat tinggal peminjam.”Kalau mau dibaca di rumah pinjam via online saja,” imbuhnya.(*)