Ajak Pelajar NTB Kuliah Setinggi-Tingginya

Putra Wanda bersama ibunya

MATARAM—Mampu melanjutkan kuliah ke China, bukan karena Putra Wanda keturunan keluarga berada. Namun pendidikannya dibiayai oleh pihak kampus, negara dan luar negeri. Semua itu karena keseriusannya dalam menekuni bidang Tekhnologi Informasi (TI).

Kepada seluruh pelajar yanga da di NTB, dari China Wanda mengajak untuk tidak cepat puas mendapat gelar S1. Masih banyak hal besar harus diketahui, yang hanya bisa didapatkan melalui jalur pendidikan.

Agar bisa seperti dirinya yang mendapatkan beasiswa, Wanda bersedia memberikan pengalaman dan strategi mendapatkan beasiswa itu. “Saya mengajak pelajar-pelajar NTB untuk bisa melanjutkan kuliah baik di dalam negeri atau luar negeri. Dan saya akan senang hati berbagi informasi serta tips agar bisa diterima melalui jalur beasiswa,” ujar pemuda kelahiran Penakak, Desa Masbagik Timur ini kepada Radar Lombok, Jum’at malam (20/1).

Sejak S1, Wanda memang tidak bergantung pada orangtuanya untuk biaya pendidikan. Mengingat, beasiswa yang didapatkannya sudah lebih dari cukup untuk biaya pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Apalagi beberapa kegiatan yang dilakukannya meski masih mahasiswa mampu menghasilkan uang.

Sebaliknya, tidak jarang Wanda yang mengirimkan uang untuk keluarganya di Penakak. Anak kedua dari tiga bersaudara ini memang jarang pulang ke rumah. Ia fokus menuntut ilmu dan suatu saat nanti kembali dengan kepala tegak membanggakan keluarga. “Komunikasi sih tetap dengan ibu dan keluarga yang lain. Saya biasanya menghubungi mereka melalui aplikasi mobile seperti WeChat , hanya sekedar untuk bertukar kabar dengan keluarga dan teman-teman di rumah,” tutur pemuda kelahiran 4 Juli 1989 ini.

[postingan number=3 tag=”features”]

Karena itu, keberuntungan yang didapatkannya tidak ingin dimiliki sendiri. Anak-anak muda NTB yang memiliki keseriusan belajar harus mendapatkan peluang yang sama dengan dirinya. “Kan bisa hubungi saya lewat email atau facebook, pasti saya senang membantu sampai dapat beasiswa,” katanya.

Wanda sendiri berasal dari pemdua kampung yang tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang. Namun, sejak sekolah di SMPN 3 Masbagik, Wanda telah bertekad untuk memiliki pendidikan tinggi agar bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tekad itu tentunya harus diiringi dengan ikhtiar tanpa mengenal lelah.

Dengan kerja keras, Wanda sejak SMP menorehkan prestasi akademik yang cukup membanggakan. Itulah yang membuatnya bisa melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Masbagik. “Saat mau kuliah S1 dulu, alhamdulillah saya dapat beasiswa. Kalau saya kaya, mungkin gak butuh beasiswa. Tapi kita kan orang-orang yang lahir dari gress root,” ucapnya.

Wanda menuntaskan S1 dalam waktu 3,5 tahun di Universitas Respati, Yogyakarta jurusan Teknologi Informasi. Kemudian melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan jurusan yang sama selama 1,5 tahun. Bisa melanjutkan S2 pun, Wanda mengandalkan beasiswa hingga lulus tahun 2015.

Awal mula bisa kuliah S3 di China, saat ada tawaran dari universitas luar negeri  untuk merekrut calon mahasiswa S3. Dengan syarat mahasiswa tersebut memiliki nilai akademik yang baik. Penawaran diberikan hanya kepada kampus terbaik di Indonesia, salah satunya adalah UGM tempat Wanda kuliah S2.

Setelah berdiskusi dengan beberapa profesor di UGM untuk mendapatkan izin, akhirnya Wanda diberikan rekomendasi untuk mengirimkan aplikasi ke salah satu kampus terbaik bidang teknik di China. “Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya dapat informasi bahwa aplikasi saya disetujui oleh professor di luar negeri dan akan didaftarkan sebagai calon penerima beasiswa nasional di China,” ceritanya.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pihak universitas memberikan kabar baik bahwa Wanda diterima sebagai salah satu penerima beasiswa S3 bidang studi Computer Application and Technology di Harbin University of Science & Technology. Kampus tersebut merupakan salah satu yang terbaik di negara China.

Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan. Hal itulah yang dipercaya dan tetap dipegang Wanda. “Yang mengangkat derajat kita kan ilmu, itu kata agama yang pasti benar. Makanya saya akan senang memberikan jalan atau tips bagi pelajar-pelajar NTB agar bisa dapat beasiswa,” tutup Wanda. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid