Airlangga Tekankan Pentingnya Musyawarah dan Mufakat dalam Presidensi G20

MEDIA CENTER: Menko Airlangga meluncurkan Media Center Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (ekon)

JAKARTA–Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global. Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Presidensi G20 Indonesia dimulai hari ini, 1 Desember 2021, hingga Oktober 2022 mendatang.

Sebelum memulai acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Chairs Working Group dan Engagement Group G20 di Jakarta.

“Presidensi G20 Indonesia ini merupakan hari yang bersejarah. Memang biasanya dalam G20 pada hari pertama berjalan begitu saja, tidak ada yang membuat ceremony. Tetapi kita memang ingin dengan cara yang berbeda agar awareness tentang G20 ini juga muncul di tengah masyarakat Indonesia,” kata Menko Airlangga.

Para Working Group dan Engagement Group yang terlibat dalam Presidensi G20 Indonesia adalah Parliament 20 (Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia), Supreme Audit Institution 20 (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia), Employment Working Group, Development Working Group, energy Trasition Working Group, Environment and Climate Sustainability Working Group, Anti-Corruption Working Group, Trade, Investment, and Industry Working Group, Agriculture Working Group, Education Working Group, Culture Working Gorup, Research and Higher Education, Health Working Group, Tourism Working Group, Urban-20, Business 20, Civil 20, Think 20, Labour 20, Science 20, Women 20, Youth 20, dan Empower Initiative.

Menko Airlangga yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional  Edi Pambudi, Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman, dan Staf Khusus Penguatan Progam-Program Prioritas Kementerian Luar Negeri Dian Triansyah Djani, mengatakan bahwa presidensi ini merupakan suatu hal yang membanggakan, karena merupakan kali pertama negara berkembang menjadi Presidensi G20.

BACA JUGA :  Airlangga: UMKM Digital Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Presidensi G20 Indonesia ini diharapkan tidak hanya ceremony dan menghasilkan narasi, tetapi juga ada hasil konkret dan nyata bagi Indonesia dan dunia.

“Untuk membuat kegiatan ini tidak hanya narasi, maka perlu konvergensi daripada kepemimpinan Indonesia menuju prioritas yang diarahkan. Kita juga harus membangun komunikasi yang baik dan mengutamakan apa yang menjadi ciri khas Indonesia yaitu musyawarah dan mufakat. Koordinasi produktif antar Kementerian/Lembaga diharapkan mengerucut terhadap 3 hal terkait penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi. Sehingga legacy Indonesia terhadap 3 poin tersebut bisa bermanfaat,” tegas Menko Airlangga.

Selanjutnya, Menko Airlangga juga berkesempatan meluncurkan Media Center Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Mengingat betapa pentingnya hak publik dalam memperoleh informasi-informasi terbaru tentang kebijakan Pemerintah, Kemenko Perekonomian menyadari bahwa Pemerintah dan media massa harus terus menjalin kerja sama demi memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.

“Terima kasih teman-teman wartawan hadir di sini, setelah hampir dua tahun kita berbicara melalui zoom meeting. Pandemi Covid-19 ini memang melanda semua, dan media sangat berperan penting. Oleh karena itu, informasi publik harus terus diisi, dan di Media Center ini diharapkan teman-teman bisa bekerja lebih nyaman. Walaupun Media Center sudah dibuka secara fisik, namun prokes tetap dijaga karena kita masih dalam pandemi Covid-19,” tutur Menko Airlangga.

BACA JUGA :  Menko Airlangga: Angka Kasus Turun, PPKM Luar Jawa-Bali Tetap Harus Waspada

Selama ini kerja sama yang terjalin antara Kemenko Perekonomian dengan wartawan maupun media masa telah membuahkan hasil yang baik.

Hal ini terwujud dalam pencapaian Kemenko Perekonomian yang berhasil meraih penghargaan kehumasan pada tahun 2021 ini sebagai Badan Publik Informatif, Siaran Pers Terbaik II, TOP Government Public Relations Award 2021 dalam membangun Digital Public Relations, dan Best Campaign dalam Government Social Media Award 2021.

“Saya juga mengapresiasi dan berterima kasih atas peran media selama ini pandemi Covid-19 ini. Walaupun tidak hadir secara fisik, tapi tidak ada hari tanpa berita ekonomi,” pungkas Menko Airlangga.

Dengan diluncurkannya Media Center ini diharapkan tidak hanya sebagai tempat berkumpul dan berbagi wawasan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya ide-ide bersama yang dapat memberi manfaat serta berdampak kepada positif bagi publik, utamanya dalam hal pemenuhan hak informasi publik.

Selalu tumbuh dan berkembang untuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya adalah sebuah keharusan. Ke depannya diharapkan peluncuran Media Center ini menjadi momentum peningkatan kerja sama dan hubungan antara Kemenko Perekonomian dengan para wartawan dan media massa untuk bisa menjadi lebih baik lagi serta lebih banyak kontribusi yang dilahirkan, sehingga Kemenko Perekonomian dapat menjadi referensi utama dalam pemberitaan kebijakan perekonomian Indonesia.

Acara peluncuran Media Center tersebut selain dihadiri oleh para pemimpin redaksi dan wartawan juga hadir jajaran pimpinan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (*/gt)