Airlangga: Pemerintah Bangun Manajemen Lanskap Sistem Pangan Terintegrasi

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Perekonomian nasional kian mengalami tren perbaikan yang impresif dengan pertumbuhan ekonomi tercatat hingga 5,44% pada Q2-2022, dan mampu memicu optimisme masyarakat setelah terdampak pandemi.

Ditengah berbagai tantangan yang muncul saat ini, Pemerintah perlu untuk terus melanjutkan berbagai opsi kebijakan guna mengatasi setiap tantangan yang ada termasuk di tataran global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech pada kegiatan Diskusi Publik dan Peluncuran Proyek FOLUR Indonesia, Senin (29/08), menyatakan bahwa saat ini Pemerintah berupaya memacu beberapa agenda penting guna mengatasi tantangan global.

Diantaranya yaitu melalui peningkatan daya saing industri dan perluasan iklim investasi, optimalisasi nilai tambah dalam negeri, hilirisasi untuk mendorong industrialisasi, peningkatan konektivitas wilayah, pemanfaatan bonus demografi, mitigasi pengaruh perubahan iklim, hingga penguatan sistem ketahanan pangan dan energi.

“Terkait dengan pembangunan sistem ketahanan pangan perlu dilakukan penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam pengelolaan lahan, air, dan ekosistem serta didukung pengelolaan lanskap sehingga diharapkan akan menjadi pilar utama teruwjudnya ketahanan pangan yang tangguh secara berkelanjutan,” ungkap Menko Airlangga.

Baca Juga :  Tingkatkan Koordinasi, Menko Airlangga Terima Kunjungan Ombudsman RI

Penguatan ketahanan pangan melalui pembangunan sistem pangan yang terintegrasi dengan manajemen lanskap tersebut dilakukan Pemerintah dengan meluncurkan Proyek Food Systems, Land Use, and Restoration (FOLUR) Indonesia.

Proyek FOLUR tersebut diinisiasi dengan tujuan untuk mendukung transformasi sistem pangan global dengan mempromosikan lanskap yang berkelanjutan dan terintegrasi serta rantai nilai komoditas yang efisien.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud turut menyampaikan bahwa pelaksanaan Proyek FOLUR diharapkan mampu menciptakan model keberlanjutan rantai nilai pada 4 komoditas yang ditargetkan seperti padi, kelapa sawit, kopi, dan kakao melalui penerapan lanskap tata guna lahan yang komprehensif dengan memperhatikan konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, restorasi, dan degradasi lahan.

“Proyek FOLUR ini juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan kontribusi yang nyata terhadap pengelolaan lanskap terpadu, yaitu dengan memulihkan fungsi hutan, mengembalikan tingkat keragaman hayati, dan upaya implementasi budidaya pertanian sesuai GAP yang semuanya dilakukan untuk memastikan sistem pangan di Indonesia dapat berkelanjutan dengan baik,” ungkap Deputi Musdhalifah.

Baca Juga :  Airlangga: Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Bilateral

Lebih lanjut, Menko Airlangga turut mendukung pelaksanaan dari Proyek FOLUR tersebut dan berharap agar seluruh stakeholders mampu ikut serta dalam mendorong pengelolaan sistem ketahanan pangan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak konkret bagi perekonomian nasional.

“Saya mengajak kepada seluruh stakeholders antar Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, swasta, perguruan tinggi, lembaga swadaya serta petani, untuk bersatu, bersinergi, membangun, dan mengelola sistem pangan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi,” pungkas Menko Airlangga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Acting Resident Representative of UNDP Indonesia, serta Representative/Country Director FAO for Indonesia and Timor Leste. (*/gt)

Komentar Anda