Airlangga: Ketika Beroperasi, Dua KEK Baru Bisa Serap 229.363 Tenaga Kerja

SIDANG DEWAN KEK: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Dewan Nasional KEK, memimpin sidang Dewan Nasional KEK, dengan hasil menyetujui usulan dua KEK baru, pada 10 Februari 2021 lalu. (foto: ekon.go.id)

JAKARTA—Usulan pembentukan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Lido (Jawa Barat) dan KEK JIIPE (Jawa Timur), yang telah disetujui oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada sidang Dewan KEK, 10 Februari 2021 lalu. Ketika ke dua KEK baru ini telah beroperasi, diperkirakan bisa menyerap sebanyak 229.363 tenaga kerja.

“Pada saat beroperasi penuh nanti, usulan KEK JIIPE yang berlokasi di Kota Gresik, Provinsi Jawa Timur, diproyeksikan akan mampu menghadirkan investasi senilai US$16,9 miliar, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 199.818 orang. Sedangkan usulan KEK Lido, di Provinsi Jawa Barat, diproyeksikan akan menarik investasi hingga mencapai US$2,4 miliar, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, seperti dikutip dari laman ekon.go.id.

Disampaikan Menko Airlangga, ke dua usulan KEK itu telah disetujui, dan menjadi rekomendasi kepada Presiden. “Usulan KEK Lido adalah KEK Pariwisata, dengan rencana bisnis pengembangan atraksi seperti theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining. Selain itu di lokasi juga akan dikembangkan akomodasi, mulai dari six stars luxury resort, hotel berbintang lainnya, serta pengembangan TOD. Juga pengembangan ekonomi kreatif seperti studio film dan festival musik,” jelasnya.

Kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido, mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) dan wisatawan mancanegara (Wisman) hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038, atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun. “Inflow devisa dari Wisman serta penghematan outflow devisa dari Wisnus dapat mencapai US$4,1 miliar selama 20 tahun,” ucap Menko Airlangga.

Menko Airlangga yang juga Ketua Dewan Nasional KEK menerangkan, KEK Lido diharapkan betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia. “Untuk itu hasilnya harus jelas. Turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional. Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium,” tandasnya.

Sementara KEK JIIPE direncanakan untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, diproyeksikan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar US$10,1 miliar per tahun, ketika telah beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyatakan kesiapan aksesibilitas Gresik dalam kaitan dengan tol Krian Legundi Bunder Manyar yang turut diinisiasi bersama pemerintah provinsi telah beroperasi, dan diharapkan meningkatkan kelayakan industri yang ada di KEK yang diusulkan.

“Pengusul KEK JIIPE telah menyatakan kesiapannya melalui ketersediaan infrastruktur wilayah dan kawasan, serta telah adanya komitmen dari anchor investor untuk mengembangkan smelter tembaga di dalam lokasi KEK,” ulas Airlangga seraya berharap, dalam pengembangannya nanti, kedua KEK itu diharapkan mendukung ekosistem usaha di sekitar kawasan dan tidak sebaliknya. (gt)