Airlangga: Kartu Prakerja adalah Kisah Sukses Pemerintah Indonesia Tingkatkan Skill Pekerja

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Kartu Prakerja merupakan program Government to People yang diinisiasi Pemerintah dengan memanfaatkan teknologi digital end-to-end.

Program tersebut telah terbukti mampu meningkatkan kompetensi, keterampilan, produktivitas, dan daya saing peserta, mendorong kebekerjaan dan memantik kewirausahaan, serta mengakselerasi inklusivitas keuangan menurut berbagai penelitian baik dari lembaga nasional maupun internasional.

Capaian tersebut salah satunya dibuktikan dengan adanya peningkatan sebesar 28% atas hasil post-test yang dilakukan peserta Program Kartu Prakerja setelah menerima pelatihan.

Selain itu, tercatat sebanyak 70% peserta juga telah memanfaatkan sertifikat pelatihan Program Kartu Prakerja untuk melamar pekerjaan dan sebanyak sepertiga dari peserta yang sebelumnya menganggur telah mendapatkan pekerjaan.

“Prakerja adalah kisah sukses Pemerintah Indonesia mentransformasi sistem pendidikan untuk retraining dan reskilling, pendidikan atau pembelajaran untuk orang dewasa, atau adult learning. Karena belajar memang semestinya tidak mengenal usia. Harus sepanjang hayat. Lifelong learning,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan secara virtual dalam acara Temu Raya Alumni Prakerja di Kota Bontang, Jumat (23/09).

Selain memperoleh apresiasi dari sejumlah lembaga dunia terkait capaian dalam peningkatan kompetensi, Program Kartu Prakerja juga dinilai sebagai program Pemerintah dengan sistem penyaluran bantuan tercanggih saat ini oleh Bank Dunia, TNP2K, dan lembaga lainnya.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kapasitas program Kartu Prakerja yang telah mampu menyalurkan insentif hingga lebih dari Rp669 miliar secara langsung dan transparan dari bendahara umum negara kepada penerima dengan tanpa potongan.

Baca Juga :  Survei IDM: Ketum Airlangga Capres Terkuat Tokoh Sipil

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Program Kartu Prakerja tersebut telah mampu menjangkau dan memberikan akses pelatihan secara menyeluruh bagi jutaan masyarakat berkat teknologi informasi yang digunakan.

Selain itu, Program Kartu Prakerja juga telah menciptakan ekosistem tersendiri yang melibatkan berbagai lembaga pelatihan, pihak swasta, dan universitas untuk menyediakan ribuan pelatihan kepada penerima manfaat.

Penciptaan ekosistem pelatihan tersebut juga mampu menghidupkan kembali pasar pelatihan, terlihat dari data BPS yang menunjukkan persentase keikutsertaan angkatan kerja dalam mengikuti pelatihan atau kursus pada tahun 2019-2020 hanya berada pada kisaran 10%, namun mengalami peningkatan pada tahun 2022 menjadi 16,36% yang mayoritas didominasi oleh kontribusi pelatihan Program Kartu Prakerja.

Dengan berbagai capaian impresif dari Program Kartu Prakerja tersebut, Menko Airlangga menuturkan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut pada tahun 2023 dan 2024.

Seiring dengan penurunan kasus pandemi, Pemerintah juga akan mendorong dilaksanakannya skema normal melalui penyelenggaraan pelatihan secara luring yang akan dilakukan secara bertahap dengan skala tertentu agar dapat dikelola dengan optimal.

“Saya meminta lembaga-lembaga pelatihan dapat terus meningkatkan kualitas modul, metode tes, instruktur, infrastruktur, customer service, dan layanan bagi penerima Kartu Prakerja termasuk konseling, pendampingan, hingga magang atau penempatan kerja,” pungkas Menko Airlangga.

Baca Juga :  Airlangga: Turbulensi Perekonomian Global Tak Surutkan Langkah Pemulihan Ekonomi Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah setempat yang telah memberikan dukungan penuh sehingga Program Kartu Prakerja dapat tersosialisasi serta berjalan dengan baik.

Apresiasi juga turut disampaikan Menko Airlangga kepada Lembaga Pelatihan LPK Global dan Suvi Training yang telah membantu dalam pelaksanaan Temu Raya Alumni Program Kartu Prakerja di Kota Bontang secara mandiri.

Sebagai informasi, hingga saat ini telah terdapat sekitar 1,7 juta pendaftar Program Kartu Prakerja di wilayah Kalimantan Timur dan sebanyak 287.795 orang diterima untuk dapat mengikuti Program Kartu Prakerja tersebut.

Selanjutnya, pelatihan yang paling diminati oleh penerima manfaat di Kalimantan Timur yakni telemarketing, strategi pemasaran, makanan dan minuman, kerajinan tangan, tata rias, hingga bahasa asing.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri diantaranya oleh Walikota Bontang, Walikota Samarinda, Bupati Kutai Kartanegara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Timur, Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja, Direktur Kemitraan, Komunikasi, dan Pengembangan Ekosistem PMO Kartu Prakerja, Pimpinan PT Pupuk Kaltim & PT Badak NGL, Direktur LPK Global, serta Direktur Suvi Training. (*/gt)

Komentar Anda