Airlangga: Harga Batubara Naik Selain Menguntungkan, Juga Ada Tantangan

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan kenaikan harga batubara saat ini juga menjadi tantangan karena dapat meningkatkan pengeluaran industri domestik untuk memperoleh sumber energy.

Usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Airlangga Hartarto mengatakan perlu ada keseimbangan antara sektor, agar lonjakan harga batubara tidak berbalik menekan kegiatan industri dalam negeri.

“Sekarang justru yang menjadi tantangan bagaimana batubara di dalam negeri agar industri tetap kompetitif, karena kalau terlalu tinggi juga industri dalam negeri kesulitan untuk memperoleh energi karena terlalu mahal,” ujar Airlangga, seperti dikutip dari laman kabargolkar.com, Sabtu (9/10).

BACA JUGA :  Menko Airlangga Apresiasi Penyaluran KUR Melalui BPD

Terlepas dari hal itu, Airlangga melihat di sisi lain bahwa meningkatnya harga batubara telah memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional karena Indonesia merupakan negara penghasil batu bara.

Melonjaknya harga komoditas batubara juga menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi nasional.

Saat ini, kata Airlangga, pemulihan ekonomi domestik terus berlanjut. Hal itu juga didukung dengan tren penularan kasus Covid-19 yang terus menurun.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuka aktivitas ekonomi di beberapa wilayah seperti Bali dan Kepulauan Riau.

BACA JUGA :  Partai Golkar dan Partai Rusia Bersatu Sepakat Dorong Penguatan Investasi

Secara nasional, indikator makro ekonomi juga menunjukkan pemulihan terus bergulir.

“Indikasi ekonomi meningkat, PMI (Purchasing Manager Index) sudah 52,5 persen (per September 2021), kemudian juga kita lihat kredit dari pada konsumen. Berarti juga penerimaan juga sudah meningkat,” ungkap Airlangga.

“Kemudian kita lihat mobilitas meningkat, jumlah visitor ke mal itu juga sudah meningkat, dengan semua kegiatan ini meningkat diperkirakan ekonomi akan tumbuh positif,” kata Airlangga. (*/gt)