Airlangga: Golkar Institute Harus Jadi yang Paling Disegani

PERESMIAN: Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto meresmikan pembukaan Golkar Institute, Selasa (2/2/2021). (ig: airlanggahartanto_official)

JAKARTA—Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto meresmikan pembukaan Golkar Institute, Selasa (2/2/2021). Sekolah kader gelombang pertama ini diikuti 27 kepala daerah terpilih dari partai berlambang pohon beringin. Airlangga menargetkan agar Golkar Institute menjadi lembaga pendidikan paling disegani.

“Dengan jaringan nasional dan internasional yang luas, Golkar Institute akan tampil sebagai lembaga pendidikan dan riset politik yang paling disegani di Tanah Air,” tutur Airlangga saat pidato peresmian Golkar Institute, kemarin.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengaku, Golkar Institute menjadi wujud kesadaran seluruh kader terkait pentingnya pendidikan, inovasi dan ide untuk mendorong perkembangan partai politik. Terlebih, Parpol akan terus menghadapi dinamika zaman yang terus berubah. “Ia adalah cermin dari tekad kita untuk memajukan bangsa Indonesia melalui peranan politik yang inovatif, cerdas, kreatif, dan bermartabat,” tutur Airlangga.

Ia berharap, sekolah kader ini akan melahirkan lebih banyak politikus partai beringin yang tangguh, memiliki pengetahuan, intuisi dan penciuman politik yang tajam. Kader Golkar juga sekaligus memiliki bekal pengetahuan luas. Kearifan jiwa yang mendalam, pemahaman kebijakan yang canggih, serta kemampuan kepemimpinan yang efektif. Sebab, menurut Airlangga, politik adalah arena percaturan kekuasaan.

Namun bagi Golkar, kekuasaan tanpa arah ibarat kapal tanpa tujuan yang jelas. “Karena itu, buat kita di Partai Golkar, ide mendasar tentang arah dan tujuan politik adalah elemen intelektual yang sangat penting sebagai pedoman dan panduan kita,” tegas Airlangga.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini optimistis, bekal yang didapatkan dari Golkar Institute membuat kader berkontribusi melalui karya untuk membuat Indonesia menjadi lebih besar lagi. Airlangga meminta seluruh kader secara bergiliran mengikuti berbagai program Golkar Institute.

Sementara Ketua Golkar Institute, Tubagus Ace Hasan Syadzily menuturkan, sekolah kader ini menargetkan seluruh peserta mampu membuat program yang adaptif dan solutif bagi daerahnya masing-masing. Kurikulum yang diajarkan dalam sekolah kader antara lain kepemimpinan, otonomi daerah, kebijakan publik, hingga strategi program efektif. “Diharapkan para peserta bisa menghasilkan 100 program kerja setelah mengikuti pelatihan,” ujar Ace Hasan.

Sedangkan dalam rekaman pidatonya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi peluncuran sekolah kader Golkar Institute. Menurut Jokowi, sekolah kader sangat penting untuk menjaga kelangsungan kaderisasi partai beringin. Partai politik memerlukan banyak kader terdidik, profesional dan kompeten. “Hal ini penting karena parpol sebagai sumber utama calon gubernur, calon presiden, banyak berasal dari partai politik,” tutur Jokowi dalam pidatonya.

Presiden menyarankan agar kepala daerah dan kepala daerah terpilih dari Partai Golkar mampu belajar dan menimba ilmu dari pengalaman Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, pengalaman 11 bulan Indonesia menghadapi pandemi menjadi bekal bagus untuk memulai kepemipinan di daerah.

Menurut Jokowi, tidak ada formula standar yang bisa diterapkan menghadapi pandemi Covid-19 ini. Seluruh negara, maupun daerah bisa menerapkan formula mengatasi pandemi sesuai kekhususan wilayahnya masing-masing.

“Situasi yang kita hadapi tidak biasa-biasa saja, sehingga ada “sense of crisis”. Dalam situasi saat ini harus mampu melihat kondisi lapangan, menyelesaikan masalah secara “shortcut” tetapi berorientasi pada “outcome”, yakni kesejahteraan rakyat, ” ujar Jokowi.

Presiden juga menaruh harapan besar agar Golkar Institute mampu melahirkan lebih banyak kader Golkar yang berintegritas dan siap berkolaborasi dengan elemen lain untuk memajukan bangsa Indonesia. (gt)