Airlangga: Akselerasi Transformasi Digital, Pemerintah Kembangkan Infrastruktur Teknologi dan Sains

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Eskalasi sektor ekonomi produktif menjadi salah satu fokus Pemerintah guna mendongkrak pemulihan ekonomi yang signifikan pasca pandemi.

Bangkitnya sektor ekonomi produktif tersebut didorong dengan adanya akselerasi transformasi digital dalam bidang perekonomian. Untuk itu, saat ini Pemerintah telah berupaya melakukan pembangunan infrastruktur teknologi dan sains sebagai katalisator dalam percepatan transformasi digital.

Pembangunan infrastruktur teknologi diimplementasi dengan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti peningkatan jaringan infrastruktur internet melalui PSN Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur yang telah beroperasi melayani lebih dari 514 Kabupaten dan Kota.

Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada Proyek Satelit Multifungsi Satria dengan target kapasitas utama sebesar 150 Gb/detik dan backup sebesar 80 Gb/detik guna meningkatkan kapasitas jaringan backbone Palapa Ring dan Non-Palapa Ring yang menjangkau lebih dari 82.000 Desa/Kelurahan di seluruh Indonesia.

“Peningkatan akses terhadap jaringan internet tersebut tidak lupa memerlukan keseimbangan dengan pemahaman atas literasi digital yang mumpuni,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan Keynote Speech secara vitual dalam kegiatan UKSW Leader Forum, Rabu (11/05).

BACA JUGA :  Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Menjaga Keterhubungan dan Integrasi Ekonomi Global

Sejalan dengan pengembangan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah tersebut, Pemerintah juga turut memperhatikan tingkat pemahaman literasi digital masyarakat sehingga diharap dapat memanfaatkan infrastruktur digital yang telah dikembangkan dengan baik.

Hal ini ditunjukkan melalui upaya pengembangan PSN di bidang Pendidikan dan Sains seperti Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang dirancang sebagai kampus masa depan untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkualitas di era digital tanpa melupakan akhlak kebangsaan.

Selain pengembangan jaringan telekomunikasi, Pemerintah juga melakukan pengembangan Data Center di KEK Nongsa, Batam yang direncanakan mampu menghemat devisa negara dalam bisnis digital sebesar Rp20 triliun hingga Rp30 triliun per tahun serta mampu meningkatkan perekonomian lokal maupun domestik dengan menarik minat investor untuk berinvestasi di Data Center Nongsa Digital Park tersebut.

Selain itu, untuk pembangunan infrastruktur sains dilakukan dengan berfokus pada pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam pembangunan ekonomi hijau serta tertuang dalam RPJMN 2020-2024.

BACA JUGA :  Indonesia Jadi Tujuan Investasi Favorit

Pelaksanaan pengembangan EBT tersebut diimplementasikan melalui PSN PLTS Atap Nasional dan PLTS Skala Besar di Kepulauan Riau yang diharapkan dapat mendorong transfer of technology.

Melalui berbagai pembangunan infrastruktur teknologi dan sains sebagai PSN tersebut, Pemerintah berharap mampu mempercepat transformasi digital sehingga dapat mendukung adanya peningkatan produktivitas dan perekonomian dalam negeri melalui berbagai sektor seperti ketenagakerjaan, investasi, dan berbagai sektor lain.

“Dengan pembangunan infrastruktur melalui PSN diharap juga mampu berdampak signifikan pada sektor tenaga kerja dengan estimasi sebanyak 1,9 juta orang yang diserap secara langsung dengan adanya kegiatan konstruksi pada proyek-proyek PSN,” tutup Menko Airlangga.

Forum tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritimaan dan Investasi Republik Indonesia, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Chairman Garuda Food & Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP, serta Rektor Universitas Kristen Satya Wacana. (*/gt)