Air Terjun Tiu Pupus

AIR TERJUN TIU PUPUS: Panorama air terjun Tiu Pupus yang indah dan menawan (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

MASYARAKAT pulau Lombok sudah sepatutnya bersyukur, karena telah dianugerahi Tuhan keindahan alam yang tiada tara. Mulai dari bawah laut, hingga puncak pegunungan, semua menyajikan aneka ragam panorama alam yang indah dan eksotis.

Bicara tentang alam pegunungan di pulau Lombok, khususnya pegunungan di bawah kaki Gunung Rinjani yang membentang mulai dari ujung Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga ujung Lombok Utara, membuat keempat kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini masing-masing memiliki obyek-obyek wisata air terjun yang sangat indah.

Seperti Kabupaten Lombok Utara, daerah ini memiliki beberapa air terjun yang telah dikenal para wisatawan, seperti air terjun Sendang Gile, dan air terjun Tiu Kelep di Kecamatan Bayan, kemudian air terjun Tiu Teja di Kecamatan Kayangan, dan air terjun Kerta Gangga di Kecamatan Gangga.

Selain keempat air terjun populer itu, ternyata di Kecamatan Gangga juga terdapat satu lagi air terjun yang tidak kalah indahnya, yaitu air terjun Tiu Pupus yang terletak di Dusun Kerurak, Desa Genggelang. Hanya saja, keindahan pemandangan air terjun Tiu Pupus ini baru terlihat jelas pada saat musim hujan, yaitu sekitar bulan September – Maret.

“Curah hujan yang tinggi pada musim hujan, membuat aliran air yang turun dari atas pegunungan di air terjun Tiu Pupus menjadi besar dan melimpah. Sebaliknya pada musim kemarau, April – Agustus, debet aliran air yang turun menjadi kecil, sehingga otomatis keindahannya juga ikut berkurang,” kata Nasuhin, Petugas Dinas Perhubungan Pariwisata Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Utara yang ditugaskan mengelola dan memandu para wisatawan di Air Terjun Tiu Pupus.

Selain dikelola menjadi obyek wisata, air terjun Tiu Pupus ini juga jadi tumpuan dan harapan bagi para petani sekitarnya. “Karena itu, pemerintah daerah pada tanggal 12 Juli 2004 telah membuat Bendungan Sengkukun untuk menampung aliran air terjun Tiu Pupus, yang kemudian dimanfaatkan memenuhi kebutuhan pengairan bagi 500 hektar are (Ha) lahan sawah dan kebun milik para petani dibawahnya,” ujar Nasuhin.

Dari Kota Mataram, air terjun Tiu Pupus berjarak sekitar 60 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Rute perjalanan yang bisa dilalui yaitu Kota Mataram – Pusuk – Pemenang – Tanjung – Gondang – Lendang Bagian – Kerurak – Air Terjun Tiu Pupus. Atau bisa melalui rute Kota Mataram – Pantai Senggigi – Pemenang – Tanjung – Gondang – Lendang Bagian – Kerurak – Air Terjun Tiu Pupus.

Kalau menggunakan angkutan umum, pengunjung bisa turun di Pasar Gondang. Berikutnya lanjutkan perjalanan ke lokasi air terjun yang berjarak sekitar 5 kilometer (15 menit perjalanan) dengan menggunakan jasa Tukang Ojek.

“Tapi sebaiknya pengunjung menggunakan kendaraan pribadi saja, karena jalan menuju lokasi sudah bagus dan beraspal. Selain itu, lokasi air terjun juga mudah ditemukan dengan banyaknya petunjuk arah yang terpasang,” saran Nasuhin.

Sampai di Bendungan Sengkukun, pengunjung bisa memarkir kendaraannya di tempat ini, dan perjalanan menuju lokasi air terjun Tiu Pupus bisa dilanjutkan kembali dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Setelah menyeberangi jembatan di atas Bendungan Sengkukun, kemudian menyusuri jalan setapak di pinggiran bendungan, melewati jembatan kayu di tebing pinggiran bendungan, kembali menyusuri pinggiran bendungan, dan sampailah di lokasi.

Berapa biaya tiket masuknya? “Karena belum lengkap semua fasilitasnya, kami belum mengenakan tiket masuk kepada para pengunjung. Namun bagi wisatawan yang berkunjung ke air terjun Tiu Pupus kami persilahkan mengisi bio data di buku tamu. Silahkan kalau mau menyumbang uang secara sukarela untuk biaya perbaikan kerusakan jembatan kayu dan bambu di pinggiran bendungan menuju Tiu Pupus,” jelas pria yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata Air Terjun Tiu Pupus ini seraya menunjuk jembatan dimaksud.

Menurutnya, kedepan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara akan mengalokasikan anggaran untuk biaya pembangunan berbagai fasilitas penunjang seperti lapangan parkir kendaraan, pos untuk pembelian tiket masuk, restaurant, dan stan-stan untuk penjualan souvenir, atau kerajinan.

“Bagi para pengunjung air terjun Tiu Pupus kami sarankan untuk membawa perbekalan makanan dan minuman sendiri, karena di lokasi tidak ada penjual makanan dan minuman,” paparnya.

Air terjun Tiu Pupus memiliki ketinggian sekitar 20 meter, dibawahnya membentuk kolam seluas sekitar 10 meter persegi, dengan kedalaman kolam mencapai sekitar 4 meter. Sekitar air terjun terlihat semakin indah dan asri, dengan keberadaan aneka tanaman bunga yang diatur dengan rapinya seperti taman.

Di lokasi juga telah dibangun fasilitas jembatan melintang di atas sungai untuk memandang air terjun, Berugak tempat istirahat, serta 2 bangunan kamar mandi lengkap toilet untuk buang air besar/kecil, maupun ganti baju.

“Setiap hari pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang. Bahkan kalau hari minggu atau musim liburan, pengunjung bisa mencapai ribuan orang, terbanyak adalah wisatawan lokal,” pungkas Nasuhin.(gt)