Air Sumur Sekitar PLTU Diklaim Penuhi Baku Mutu

SUMUR : Amaq Jumahir, 56 tahun warga Dusun Jeranjang Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung menunjukkan kualitas air sumurnya belum lama ini (Dok/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-PT Indonesia Power selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang menyampaikan hasil pengujian independen terkait kualitas air di dua sumur pantau di Dusun Jeranjang dan dua sumur pantau di Dusun Endok Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung.

Hasilnya seperti disampaikan Manajer Unit Usaha Pembangkitan PLTU Jeranjang Ibnu Agus Santosa, masih memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. “Ini hasil pemantauan oleh lembaga independen. Alhamdulillah masih masuk dan memenuhi baku mutu sesuai PP Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,” ungkapnya sembari menunjukkan pula Laporan Hasil Uji (LHU) Pemeriksaan Air yang dikeluarkan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Pulau Lombok.

[postingan number=3 tag=”lobar”]

Diterangkan, setahun dilakukan pengujian dalam dua semester. Tiap semester dilakukan dua kali. Hasilnya pun dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Lobar hingga ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.

Misalnya pada LHU di air sumur gali (sumur pantau II) yang diuji pada 8 Desember 2016 sampai 22 Desember 2016. Diketahui residu terlarut 341 mg/L, kekeruhan 0,58 NTU, warna 20 TCU, Nitrat (NO3-N) 2.93 mg/L, Nitrit (NO2-N) <0.008 mg/L, Sulfat 23.7 mg/L, Flourida <0.05 mg/L, Khlorida 20.3 mg/L, Kesadahan (CaCO3) 233 mg/L, Besi Terlarut 0.20 mg/L, Mangan Terlarut <0,01 mg/L.

Kemudian berkaitan dengan adanya keluhan sejumlah warga yang mengaku air sumurnya berubah warna atau keruh diterangkan, perlu ada evaluasi lebih lanjut. “Kalau ada keluhan ada yang keruh perlu evaluasi lebih lanjut,” jelasnya.

Selanjutnya berkaitan dengan debu yang masih beterbangan ke rumah penduduk sudah diminimalisir melalui penyiraman jalan. Begitu pula dengan debu dari mesin sudah diminimalisir juga dengan penyiraman di bagian atas. Belum lagi nanti direncanakan akan ada perbaikan jalan dengan diaspal. “Kemudian kalau tempat penyimpanan sementara abu batu bara, itu kita rencanakan akan ditembok,” tandasnya.(zul)