Air Panas Campur Lumpur Muncul Pascagempa M=6,1 di Sumbar

Fenomena air panas di Sumatera Barat, pascagempa. (IST/NET)

MATARAM–Gempa magnitudo M=6,1 mengguncang Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (25/2/2022) pada pukul 09.39 WITA. Pascagempa itu, muncul sumber air panas yang bercampur lumpur di daerah Jorong Padang Baru, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Pasaman, Sumbar.

Terkait hal tersebut, Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, fenomena itu diduga muncul akibat guncangan kuat gempa yang menghasilkan rekahan hingga memunculkan air panas, karena umumnya lapisan air tanah atau akuifer panas bumi dapat muncul ke permukaan terbentuk pada rekahan batuan.

“Apabila terlihat mendidih dan mengeluarkan uap, terasa panas dan mengeluarkan bau menyengat, lebih baik untuk tidak didekati apalagi dikonsumsi airnya, sambil menunggu tim ahli yang datang untuk meneliti kandungan airnya,” terang Daryono dalam akun resminya.

Dijelaskan, panas bumi merupakan fenomena di mana panas dari dalam bumi memanaskan lapisan air di bawah permukaan tanah. Daerah dengan sistem panas bumi umumnya dapat dikenali dengan adanya mata air panas di wilayah tersebut.

“Ada kemungkinan di area tersebut memang berada dekat jalur sesar aktif sehingga ada hot spring atau mata air panas. Saat terjadi gempa maka akan terganggu reservoirnya dan air panas tersebut keluar melalui zona lemah yang rekah akibat guncangan kuat gempa bumi,” terangnya.

Beberapa reservoir air panas tambah Daryono, memang umum ditemukan di area sesar aktif. Seperti daerah Pasaman ini, wajar jika terdapat mata air panas karena memang zona tektonik aktif dan terdapat jalur-jalur sesar. (BMKG/RL)