Air Laut Pasang, Dua Kecamatan di Lombok Timur Tergenang

Air Laut Pasang, Dua Kecamatan di Lombok Timur Tergenang
AIR PASANG: Akibat luapan air pasang, beberapa desa di dua kecamatan di Lotim, Keruak dan Jerowaru, terutama di pesisir mulai tergenang air, sehingga membuat masyarakat menjadi resah. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Setelah belum lama ini tiga kecamatan di Lombok Timur (Lotim) dilanda bencana musibah banjir bandang. Minggu malam kemarin (3/12), sekitar pukul 19.30 Wita, kembali masyarakat pesisir di dua kecamatan di Lotim, yakni Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru, yang resah, karena daerahnya digenangi banjir akibat air laut pasang.

Camat Keruak, Mustamin Hasyim, ketika dikonfirmasi membenarkan, dan mengatakan kalau air yang naik ke pemukiman masyarakat, merupakan air pasang dari laut yang naik perlahan-lahan dan menggenangi pemukiman warga di pesisir. “Pantauan kami di lapangan, daerah yang tergenang akibat air laut pasang di Kecamatan Keruak baru dua desa saja, yaitu Desa Ketapang Raya dan Desa Tanjung Luar,” sebutnya.

Dari keterangan masyarakat sekitar lanjutnya, luapan air laut yang terjadi itu merupakan hal yang biasa terjadi, atau siklus tahunan. Hanya saja, air yang meluap tidak setinggi seperti yang terjadi malam ini (kemarin, red). Sehingga masyarakat setempat menjadi resah dengan peristiwa ini. ”Kalau dulu sih sudah sering terjadi. Tapi tidak besar seperti saat ini, yang ketinggiannya sampai diatas lutut orang dewasa,” ujar Mustamin.

Demikian cara air laut meluap sebutnya, air yang naik ke pemukiman warga juga tidak seperti biasanya. Maksudnya, air dari laut naik secara perlahan-lahan, dengan volume air semakin lama semakin tinggi. Sehingga warga yang berada di pesisir pantai pun berhamburan keluar. “Dahulu naiknya secara perlahan, dan surutnya juga biasanya secara pelan-pelan. Tapi sekarang, hingga malam ini air masih tinggi, meskipun sudah mulai agak surut,” ujarnya.

Sementara untuk wilayah Kecamatan Jerowaru, daerah yang terkena dampak air pasang yakni Desa Ekas Buana, Desa Batu Nampar Selatan, dan Dusun Poton Bako. “Bahkan rumah yang ada di dekat laut, air pasang sudah masuk ke dalam rumah warga berkisar satu meter. Sehingga warga yang rumahnya terdampak juga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelas Kabag Humas Pemda Lotim, Ahmad Subhan, seraya menjelaskan, air laut pasang merupakan siklus tahunan, dan diperkirakan akan berlangsung hingga 5 hari kedepan.

Disampaikan pula, hingga kini belum ada korban, dan juga pihaknya belum dapat menghitung berapa jumlah rumah yang terkena dampak air pasang ini secara keseluruhan. ”Namun dari pihak pemerintah daerah (BPBD, red), pihak Kecamatan Keruak dan Kecamatan Jerowaru, bersama unsur keamanan (Polisi dan TNI) sudah turun ke lokasi untuk mengimbau warga agar tetap tenang, dan tidak panik,” singkatnya. (cr-wan)