Ahyar-Mori Siap Cetak 10 Ribu Villagepreneur Setiap Tahun

Ahyar-Mori Siap Cetak 10 Ribu Villagepreneur Setiap Tahun
SOSIALISASI: Bakal calon wakil gubernur Mori Hanafi bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Pringgarata, Lombok Tengah beberapa waktu lalu. (ist/)

MATARAM – Salah satu program kerja dan visi misi pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur H Ahyar Abduh – H Mori Hanafi memajukan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

Konsep di bidang pariwisata diberi nama “Pariwisata Kerakyatan untuk Semua”. Salah satunya  program menciptakan 100 desa wisata yang tersebar di 10 Kabupaten Kota di NTB ini. Program ini  sudah pasti akan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak. Dengan  kemunculan desa-desa wisata ini tentu akan melahirkan lapangan kerja baru bagi pemuda dan masyarakat desa.

Bakal calon wakil gubernur NTB, Mori Hanafi mengatakan, paket Ahyar- Mori menargetkan lahirnya 10 ribu  villagepreneur (wirusahawan pedesaan) pertahun yang dapat mengangkat  potensi desanya sendiri untuk dikembangkan, dioptimalkan dan didayagunakan. Dengan demikian,   di pedesaan pun dapat tersedia lapangan pekerjaan yang mumpuni agar masyarakat di desa tidak selalu berpikir untuk menjadi TKI ke luar negeri.” Kami percaya dan optimis target 10 ribu villagepreneur pertahun ini mampu direalisasikan Ahyar-Mori” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB tersebut, kemarin.

Ia mengatakan, target  melahirkan 10 ribu villagepreneur pertahun ini bukanlah hal yang muluk-muluk bagi paket Ahyar-Mori. Jika dibagi rata ke semua desa yang ada di NTB, sekitar seribu desa, maka seharusnya ada 10 wirausahawan pedesaan asli masyarakat desa itu sendiri yang ada di setiap desa. Menurutnya, jumlah ini sangat sedikit dibandingkan dengan pengelolaan potensi wisata desa   di NTB.

Dirinya menilai setidaknya perlu ada sekitar 50 – 100 orang masyarakat desa yang seharusnya bisa mengelola aset wisata yang ada di desa. ” Itulah kenapa muncul 10 ribu wirausaha pedesaan setiap tahun,” tandasnya.

Ia menambahkan, salah satu fokus usaha yang akan ditargetkan oleh pasangan Ahyar-Mori adalah jasa pariwisita seperti tour guide, homestay dan kuliner, industri kreatif, produk oleh-oleh dan event organizer acara-acara sakral dan budaya.

Baginya, dengan melihat begitu besarnya peluang lapangan pekerjaan yang bisa dimanfaatkan ini, maka paket Ahyar- Mori bisa melahirkan setidaknya 10 ribu  Wirausahawan desa setiap tahunnya. Sehingga potensi desa tidak hanya dikelola oleh pihak asing, tetapi bisa menjadi tuan rumah di desa sendiri.

” Dengan konsep seperti ini dimiliki Ahyar-Mori, maka wisata di desa itu, dari masyarakat desa, oleh masyatakat desa dan untuk masyatakat desa,” pungkasnya.(tim/adv)