Ahyar-Mori akan Buka Jalan Utara Lombok

Ahyar-Mori akan Buka Jalan Utara Lombok
KAMPANYE: Lebih dari 2 ribu masyarakat Kota Mataram menghadiri kampanye terbatas paslon Ahyar-Mori di gedung Al-Ihsan Ampenan, Sabtu siang (24/3). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAMInfrastruktur jalan sangat berperan penting untuk menopang aktivitas perekonomian masyarakat. Hal itulah yang membuat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB, TGH Ahyar Abduh – H Mori Hanafi (Ahyar-Mori) memiliki gagasan segar ingin membuka jalan baru jalur utara pulau Lombok.

Membuka jalan baru, menurut Ahyar bukan saja untuk meminimalisir arus lalu lintas yang semakin padat. Namun lebih dari itu, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat di sepanjang jalan tersebut. “Kami akan membangun infrastruktur jalan dari Selagalas ke Masbagik,” ujar Ahyar saat menyampaikan orasi politik pada kampanye terbatas tingkat Kota Mataram di gedung Al-Ihsan Ampenan, Sabtu siang (24/3).

Kampenye terbatas tersebut, dihadiri lebih dari 2 ribu masyarakat Kota Mataram. Akibatnya, di dalam gedung penuh diisi pendukung paslon nomor 2, hingga tumpah ruah di luar gedung dan jalan raya. Dijelaskan Ahyar, pembangunan jalan baru dari Selagalas Kota Mataram hingga Masbagik Lombok Timur akan mengurangi kemacetan di jalan utama saat ini. “Ketika gagasan ini nanti dilaksanakan, maka kita bisa optimalkan berbagai potensi yang ada di wilayah utara,” ucapnya.

Geliat ekonomi juga tentu saja akan meningkat dengan adanya jalan baru. Apabila itu terwujud, kesejahteraan masyarakat juga bisa semakin mudah diwujudkan. Apalagi selama ini, berbagai potensi di bagian utara belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Di hadapan ribuan masyarakat Kota Mataram yang memberikan dukungan penuh heroik, Ahyar berpesan agar semua bersatu memberikan dukungan. “Orang bilang Ahyar jadi cagub modalnya kota Mataram. Dan saya tegaskan saat ini, bahwa itu benar. Mana semangat warga kota Mataram ? Pade jagak bale langgak (jaga rumah sendiri, red),” ujarnya membakar semangat simpatisan Ahyar-Mori yang hadir dengan kalimat pribahasa yang mengisyaratkan, bahwa warga kota Mataram harus memilih orangnya sendiri.

Ditegaskan, dirinya maju menjadi Cagub NTB bukan berarti meninggalkan masyarakat kota Mataram. Justru sebaliknya, prestasi yang telah ditorehkan akan dikembangkan juga di kabupaten/kota lainnya. Sedangkan berbagai persoalan yang masih ada, akan bisa terselesaikan dengan baik jika Ahyar menjadi gubernur nantinya. Disampaikan juga, dirinya telah 23 tahun mengabdi kepada masyarakat kota Mataram sejak tahun 1994. Mulai dari menjadi anggota DPRD, wakil ketua dan ketua DPRD Kota Mataram. Kemudian wakil wali kota dan wali kota dua periode. “Karena itu, mohon do’a dan restu untuk saya bisa mengabdi lebih luas lagi,” ucapnya.

Di mata Ahyar-Mori, NTB saat ini telah banyak kemajuan yang dicapai. Sosok Tuan Guru Bajang (TGB) yang memimpin NTB selama dua periode, berhasil merubah wajah NTB lebih baik. “Tapi tentu saja, masih ada masalah-masalah yang masih belum terselesaikan. Di sinilah saya dan H Mori Hanafi akan memberikan solusi atas masalah-masalah tersebut,” papar Ahyar.

Berbagai masalah yang masih harus mendapatkan perhatian serius, di antaranya kualitas sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana pendidikan, kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan, pelayanan, infrastruktur dan lain sebagainya. Ahyar mengaku semua rencana kerja tersebut, bukan sekadar teori semata. Mengingat, dirinya telah menerapkan di kota Mataram. Masyarakat sendiri bisa merasakannya saat ini. “Kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari PAD (Pendapatan Asli Daerah, red). Dulu tahun 2010, jumlah PAD Kota Mataram hanya Rp 42,5 miliar. Kemudian DPRD menargetkan agar tahun 2015 bisa kita tingkatkan menjadi Rp 100 miliar. Dan alhamdulillah, kita berhasil meningkatkan melebihi target menjadi Rp 220 miliar pada tahun 2015. Saat ini, bahkan PAD kita sudah mencapai Rp 370 miliar,” urainya.

Meskipun prestasi tersebut sangat membanggakan, namun Ahyar tidak ingin menyebut semua pencapaian tersebut karena keberhasilan dirinya. “Ini semua bisa capai, karena semangat kebersamaan kita. Semangat warga kota Mataram, dan semangat inilah yang harus tetap kita bawa sehingga nanti PAD NTB juga bisa kita maksimalkan. Kita akan tingkatkan PAD NTB,” cetusnya.

Prestasi Ahyar di kota Mataram, memang sangat banyak. Namun, Ahyar juga tidak menampik jika masih ada berbagai masalah yang terjadi. “Banjir masih terjadi, kita sudah usulkan untuk bangun bendungan tapi belum juga direspons pusat. Kita juga ingin bangun jalan sepanjang 9 kilometer di pantai Ampenan masih belum terwujud. Insya Allah, kedepan, kita akan tetap sama-sama berjuang. Kota Mataram adalah ibukota NTB, jadi akan tetap kita berikan perhatian,” katanya.

Sementara itu, calon wakil gubernur NTB, H Mori Hanafi menjelaskan, membuka jalan di bagian utara akan berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat. “Bayangkan saja dari kota Mataram sampai Lombok Timur, itu sepanjang jalan juga bisa jadi tempat usaha masyarakat. Ini juga akan sangat membantu ide 100 desa wisata, karena di bagian utara banyak potensi yang belum tergarap maksimal,” katanya.

Mori menyadari, sebelumnya di NTB sempat mencuat wacana jalan bypass dari Lembar, Lombok Barat menuju Kayangan Lombok Timur. Namun proyek janji Presiden Jokowi tersebut, hingga saat ini belum ada kepastian sejak tahun 2016 lalu. Sementara di sisi lain, adanya akses jalan baru lintas kabupaten/kota sangat dibutuhkan. “Insya Allah kami akan berikan yang terbaik untuk masyarakat NTB, semua potensi yang kami miliki akan kami berikan untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut