Ahyar Klaim Pemkot Sudah Maksimal Atasi Banjir

BERSIH-BERSIH: Warga Kelurahan Kekalik Jaya membersihkan rumah mereka dari lumpur yang terbawa air saat banjir Rabu sore hingga Kamis dini hari kemarin (Sudirman/Radar Lombok)

MATARAM— Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak tinggal diam terhadap banjir yang  melanda sejumlah lingkungan dalam sepekan terakhir ini.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menegaskan, berbagai upaya telah dilakukan agar banjir bisa diatasi.  Pengerukan sungai dan drainase juga sudah dilakukan. Namun derasnya hujan dan besarnya volume air kiriman dari hulu yakni dari Lombok Barat, tidak mampu ditampung sungai dan drainase yang ada.  Akibatnya air meluap ke pemukiman penduduk. ''Kita sudah berupaya. Tapi ini (banjir) masih terjadi.  Hal ini, menjadi bahan evaluasi dalam mengatasi banjir,'' jelasnya Kamis kemarin (16/12).

Dirinya sudah menginstruksikan jajarannya agar  terus melakukan normalisasi drainase dan saluran yang ada. Disamping itu,  pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian PU agar  banjir yang kerap melanda Kota Mataram ini juga menjadi perhatian. ‘’ Kita akan komunikasi dengan pemerintah pusat, sambil kita  terus berupaya mengatasi banjir ini,’’ katanya.

Hujan deras yang melanda Kota Mataram, Rabu lalu (14/12) menyebabkan banjir di sejumlah lingkungan. Yang terparah menimpa wilayah Kekalik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Dedi Supriadi  mengatakan, tim masih melakukan pendataan pada  korban banjir termasuk kerugian korban. Dirinya sudah mengerahkan petugas  membantu melakukan evakuasi barang-barang berharga  warga. ‘’ Kita masih hitung kerugian di enam kecamatan yang terkena banjir,’’ ucapnya.

Daerah yang terendam banjir yakni Kelurahan Kekalik Jaya meliputi Lingkungan Gerisak dan  Kekalik Kijang.  Kelurahan Ampenan Utara meliputi Lingkungan Tinggar. Kelurahan  Cakra Selatan Baru meliputi Lingkungan Getap. Kelurahan Abian Tubuh meliputi  Karang Bata dna  Abian Tubuh.

Sedangkan Kelurahan  Cilinaya,  hanya genangan di Jalan AA Gde Ngurah, Kelurahan  Cakra Utara meliputi  Lingkungan Sindu dan  Nyangget. Di  Kecamatan Sandubaya meliputi, BTN  Sweta Adelwaes, Babakan Kebon.  Sedangkan di Kecamatan Selaparang meliputi Kelurahan Karang Baru meliputi Lingkungan  Taman Suradadi.

BACA JUGA :  Cegah Banjir, Akan Ada Tanggul Sungai

Sementara itu, warga Kekalik yang dilandar banjir besar Rabu sore hingga Kamis dini hari kemarin, disibukkan dengan membereskan lumpur dan air di rumah mereka. Air dengan ketinggian 1 meter merendam pemukiman warga akibat luapan air sungai Ancar. Warga menggunakan alat seadanya, mereka pun bergotong royong  membersihkan rumah mereka.

Banjir  ini  tidak hanya membatasi gerak gerik warga dalam beraktivitas. Namun juga memaksa warga Kekalik, harus membatalkan rencana tasyakuran mereka, dalam rangka menyambut maulid nabi besar Muhammad SAW.

Dampak banjir ini membuat pelayanan publik lumpuh.  Pelayanan kantor lurah setempat terpaksa diliburkan karena perangkat   kantor rusak akibat terendam banjir. Selain kantor lurah dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) diliburkan, karena ruangan kelas terendam banjir.  Dua sekolah tersebut yakni, SDN 10 Ampenan dan  SDN 25 Ampenan.

Warga setempat Kemal berharap, ada  solusi  yang dilakukan pemerintah, agar bencana banjir  ini  tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Salah satu guru SDN 10 Ampenan, Nurhasanah  berharap, musibah banjir ini bisa menjadi pembelajaran penting bagi warga, agar lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, pihak sekolah juga berharap kepada pemerintah Kota Mataram, agar lebih serius menangani persoalan ini. 

Lurah Kekalik Jaya Faturrahman  mengatakan, terkait   banjir yang melanda wilayahnya, pihaknya telah  mengusulkan agar ada program normalisasi sungai dan perbaikan talud.  Pihaknya juga telah mengusulkan, agar salah satu jembatan   r dibongkar  dan diganti dengan jembatan yang lebih tinggi.

Upaya lain yang  dilakukan dalam mencegah banjir kembali terjadi  yakni dengan mengevaluasi keberadaan puluhan keramba ikan  milik warga  di sungai Ancar. Jika dari hasil evaluasi, keberadaan keramba-keramba ikan milik warganya itu,  dianggap menghalangi arus air sungai sehingga memicu banjir.  ‘’ Kita akan minta   bersama SKPD terkait lainnya  akan menertibkan keramba-keramba tersebut,’’tegasnya. (dir)