Ahyar Kebut Proses Pengangkatan Sekda

MATARAM – Pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda)  Kota Mataram terus dikebut. 

Konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) telah dilakukan. Tetapi, sampai saat ini  kepastian anggota  Panitia Seleksi (Pansel) yang diusulkan oleh Wali Kota masih  menunggu rekomendasi dari KASN. Wali Kota H Ahyar Abduh mengatakan, semua kelengkapan untuk pembentukan panitia seleksi (Pansel)  ini sudah dipenuhi.  Pihaknya optimis bisa diterima KASN.Ahyar yakin sudah tidak ada masalah dan sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan " Tidak ada masalah, semua sudah sesuai dengan mekanisme yang  berlaku," paparnya Kamis kemarin (14/7).

Ahyar sendiri menggelar pertemuan  u dengan para anggota Pansel yang nama-namanya sudah diusulkan kemarin. Diantaranya Dr Muazaar Habibi, HM Suruji, Jaswad, Dr Iwan Harsono dan  Prof Dr H Zainal  Asikin.  Dikatakan Ahyar, pemanggiln para angggota pansel ini sebagai ajang  konsultasi dan mendengarkan laporan-loporan mengenai  rencana kerja yang nantinya akan dilaksanakan setelah resmi di-SK- kan oleh wali kota. " Kita silaturrahim dan dengan kesiapan rencana kerja," kata Ahyar.

Masa kerja dari pansel ini cukup terbatas. Dia menargetkan   mutasi antara bulan Agustus-September atau setelah enam bulan masa jabatan berlan paska dilantik." Begitu SK ditandatangani, anggota pansel diminta untuk segera bekerja," paparnya.

Dipastikan olehnya, begitu anggota pansel yang diajukan disetujui KASN makan dalam waktu tidak lama, Ahyar akan segera menerbitkan SK  agar Pansel  bisa bekerja secepatnya." Pokoknya begitu ada jawaban,Pansel langsung di SK-kan," tegasnya.

Selama  proses pemilihan sekda, Ahyar akan membuka seleksi terbuka untuk semua pejabat yang mencukupi syarat dan ketentuan  untuk menjadi sekda. Bahkan pemelihan sekda juga terbuka bagi pejabat  di luar Kota Mataram." Pemilihan sekda terbuka dan dibuka untuk pejabat diluar  kota," tegasnya.

Soal asessment yang nantinya akan menjadi persyaratan mutasi yang dulunya pernah dilakukan oleh Penjabat  Wali Kota Mataram bisa saja tidak digunakan. Menurutnya, hasil asessment sudah terlalu lama sudah. Jadi hasilnya bisa jadi kurang efektif.

Di tempat terpisah, Ahyar sendiri memberikan sinyal selain pejabat eselon II yang akan dirombak, camat dan lurah jadi jadi sasaran. Ada beberapa camat dan lurah yang dinilai sudah cukup lama menjabat sehingga butuh penyegaran. Selain itu, perombakan ini juga berdasakan kinerja. Apalagi pihaknya sudah mendapat laporan dari masyarakat atas kinerja camat dan lurah di wilayah mereka.  ‘’ Nanti lah soal penempatan, urusan saya. Mutasi tinggal menunggu saja,'' jelasnya.

Sambil menunggu rekomendasi KASN untuk pansel, Ahyar meminta pejabat termasuk camat dan lurah tetap bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. (ami/dir)