Ahyar Diarak dari Lapangan sampai Pendopo

DIARAK: Wali Kota Mataram saat diarak warga dari Lapangan Sangkareang menuju pendopo kemarin (Fahmy/Radar Lombok)

 “Nusantara Bersatu” sukses digelar oleh TNI di Mataram. Ada pemandangan menarik usai kegiatan. Setelah turun dari panggung, Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh diarak warga menuju pendopo.

 

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Ribuan orang berkumpul di Lapangan Sangkareang kemarin. Mereka bukan demo. Mereka berkumpul dalam rangka aksi “Nusantara Bersatu”. Kegiatan ini untuk menegaskan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa di tengah banyaknya ancaman NKRI.

Massa yang hadir menggunakan pakaian putih-putih plus atribut ikat kepala merah putih. Sejumlah kepala daerah hadir diantaranya  Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi,  Wali Kota Mataram H. Ahyar  Abduh, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Kapolda NTB, Kepala Kejati NTB dan para tokoh agama. Meski terik, semangat peserta tidak kendor terutama saat Gubernur  dan kepala daerah lain mengajak warga bersama-sama menyanyikan beberapa lagu perjuangan. Pada kesempatan ini Gubernur NTB berpesan bahwa kekayaan Indonesia bukan hanya Sumber Daya Alam (SDA) saja, tetapi juga keragaman suku bangsa dan agama. Ini adalah kekayaan besar yang harus dijaga dan dipertahankan.

BACA JUGA :  Aksi 121 Ultimatum Reformasi Jilid II

Usai kegiatan ada pemandangan menarik, tiba-tiba saja warga mendekati Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh yang turun dari panggung. Warga yang notabene anggota Lang Lang  mengarak Ahyar. Ia diarak hingga pendopo.

Terlihat Ahyar beberapa kali minta diturunkan, namun warga tidak bergeming sehingga kejadian ini menjadi perhatian warga lainnya.

Sampai di pendopo, Ahyar sempat bergurau saat ditanya soal aksi warga itu. Ia mengaku menggunakan ilmu meringankan tubuh saat diarak.” Supaya mereka tidak capek,” ungkapnya.

Ia justru bangga. Sikap warga itu dianggap menunjukkan kecintaan mereka terhadap dirinya.” Itu salah satu ekspresi kecintaan masyarakat,” ungkapnya.(*)