Adu Strategi JODA dan NADI di Tanjung

PENYERAHAN SK: Ketua Tim Pemenangan JODA AKBAR, Raden Nuna dan rombongan, pada saat penyerahan SK PDIP di Kecamatan Tanjung, sebelum pendaftaran. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK )

TANJUNG – Dua bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar dan Djohan Syamsu, akan kembali beradu kekuatan pada Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020. Ke dua tokoh sentral Lombok Utara ini sudah menyusun strategi untuk merebut simpatisan dalam menggapai hasrat politiknya. Termasuk ke dua Bapaslon ini juga telah memilih Ketua Tim Pemenangan berasal dari kecamatan yang sama, yaitu Kecamatan Tanjung.

Jika mengukur kekuatan Najmul Akhyar di Kecamatan Tanjung, maka dibaliknya ada sosok Fajar Marta sebagai Ketua Tim Pemenangan, dan memilih mantan Sekda Lombok Utara, Suardi sebagai wakilnya. Termasuk dibantu kekuatan mesin politik dari anggota Dewan, yakni Bagiarti (Demokrat), Saparudin (PBB), Fajar Marta (NasDem), dan Nurhadin (PPP).

Sementara Djohan Syamsu memilih Raden Nuna sebagai Ketua Tim Pemenangan berasal dari PDIP, yang kini juga duduk sebagai anggota DPRD NTB. Dibantu sejumlah anggota DPRD KLU yaitu Made Kariyase (PDIP), Artadi (Gerindra), dan Ada Malik (PKB).

“Kalau dibandingkan kedua kekuatan Bapaslon ini, JODA AKBAR didukung oleh petarung dan pemain. Belum lagi dihitung dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, termasuk saya sendiri,” ungkap tokoh pendukung JODA AKBAR asal Kecamatan Tanjung, Ardianto kepada Radar Lombok, Selasa (15/9).

Menurutnya, para pendukung Najmul Akhyar di Kecamatan Tanjung hanya pemain saja, dan bukan petarung. Meskipun kekuatannya ditambah dengan Fajar Marta dan Suardi, termasuk juga kekuatan dari unsur ASN yang telah dipetakan lebih banyak berasal dari Kecamatan Tanjung. Namun JODA AKBAR juga mengawasi ketat pergerakan para ASN. Jika ketahuan, maka sudah melanggar aturan ASN. “Kekuatan NADI bukan petarung, tapi hanya pemain di Kecamatan Tanjung,” yakinnya.

Diakui, pada Pilkada 2015 Najmul Akhyar mendapatkan kemenangan sebanyak 1.521 suara dibandingkan Djohan Syamsu. Dengan perolehan suara Najmul sebanyak 15.774 suara, dan Djohan Syamsu 14.253 suara. Kemenangan yang diperoleh di Kecamatan Tanjung itupun adanya kekuatan PDIP dan Gerindra yang menjadi garda terdepan. “Justru pada Pilkada 2020 ini perolehan suara tertinggi itu akan beralih ke Djohan Syamsu,” katanya.

Kemudian diukur dari partisipasi pemilih yang tembus 83,72 persen pada Pilkada 2015. Artinya Kecamatan Tanjung sebagai ibukota kabupaten memiliki pemilih cerdas yang mengukur dari sisi pembangunan apa yang dilihat dan dirasakan pada pembangunan di periode sebelumnya dan periode sekarang.

Sekuat apapun meyakinkan masyarakat ini berhasil atau gagal, masyarakat yang ada di pinggiran pun jumlah tidak banyak yang bisa diarahkan. “Makanya saya meyakini Kecamatan Tanjung jadi basis kemenangan JODA AKBAR,” tegasnya.

Selanjutnya, ke dua tokoh (Fajar Marta dan Suardi) muncul setelah masyarakat sudah menentukan pilihan. Pada waktu itu pula Fajar Marta sudah mengerahkan dukungan ke JODA AKBAR yang sekarang sulit dipindahkan ke barat (NADI). Sehingga tidak serta merta simpatisan dan para pendukung Parpol yang diharapkan begitu cepat mengalihkan dukungannya. Sebab, pada Pilkada yang menjadi tolok ukurnya adalah ketokohan. “Semua partai pengusul dan pendukungnya itu para simpatisan dan pendukung sudah beralih dukungan, kecuali PDIP dan Gerindra itu baru solid,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan NADI, Fajar Marta meyakini mampu mendapatkan kemenangan di Kecamatan Tanjung. Itu kalau berkaca dengan kekuatan dan pengalaman yang pernah dimiliki pada Pilkada 2010, sudah mampu mengalahkan PDIP ketika itu mengusung calon yang berbeda. “Insya Allah Kecamatan Tanjung itu menjadi pemenang untuk NADI,” tandasnya.

Fajar Marta juga akan berusaha maksimal memperjuangkan. Karena itu perintah dan instruksi partai, sehingga akan memberikan kepercayaan kepada dirinya, meskipun memiliki dua kursi, yang akan mengkomandani partai koalisi lainnya. “Tentu dengan kekuatan sinergitas bersama dalam berjuang. Nanti kita buktikan pada 9 Desember,” tegasnya. (flo)