Adu Jotos Dua Siswi Lombok Timur Diselesaikan Kekeluargaan

Adu Jotos Dua Siswi Lombok Timur Diselesaikan Kekeluargaan
PERKELAHIAN: Tampak dalam video yang kini banyak beredar di Facebook dan Whatsapp, dua siswi SMKN 1 Selong dan SMPN 2 Selong, terlibat perkelahian. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Adanya video adu jotos antara siswi SMKN 1 Selong melawan siswi SMPN 2 Selong, Lombok Timur (Lotim), yang sempat menghebohkan media sosial Facebook maupun Whatshapp, akhirnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

BACA : Rebutan Cowok, Dua Siswi di Lombok Timur Adu Jotos

Kepala UPTD Layanan Penddikan dan Kebudayaan Dikmen NTB di Lotim, Saiful Islam, mengaku sangat kecewa dan menyesalkan kejadian perkelahian yang beredar di dunia maya tersebut. Sebab, pada saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menerapkan pendidikan karakter, ternyata ada kejadian yang mengecewakan.

“Dalam setiap pertemuan, saya selalu menekankan bahwa setiap bapak dan ibu guru masuk ke ruangan. Terlebih dahulu berikan anak-anak pelajaran budi pekerti, dan sopan santun. Karena saya melihat sopan santun anak-anak sekarang ini sudah mulai luntur,” kata Saiful, Rabu kemarin (18/10).

Terkait permasalahan siswi yang berkelahi, pihaknya mendapat laporan tertulis dari pihak sekolah. Sehingga pada saat kejadian, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya, dan memang betul terjadi.

“Tapi hari ini (kemarin, red) akan ada mediasi oleh pihak sekolah, dengan cara mempertemukan pihak orang tua siswa. Kita berharap bisa diselesaikan dengan baik,” harapnya.

Kedepan, semua sekolah, apabila menemukan ada siswa sering melakukan tindakan yang tidak diinginkan sekolah. Sebaiknya sekolah menindak tegas siswa yang bersangkutan. Namun dengan catatan, jangan dikeluarkan, tapi dipindahkan. Sebab, mengeluarkan anak tidak dapat menyelesaikan masalah.

“Alhamdulillah, jalan yang ditempuh sekolah ini saya sangat salut. Bagaimana menemukan siswa, dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Ini yang saya salut,” pujinya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Jujuk Perdianto, menyampaikan permasalahan antara dua siswa yang terlibat perkelahian itu telah berhasil diselesaikan pihak sekolah.

”Tadi saya sudah selesaikan, dan disana saya melarang untuk diberhentikan maupun dipindahkan. Akan tetapi anak tersebut harus dibina oleh sekolah. Sehingga kami simpulkan, masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Hasil pertemuan diantara kedua pelaku, siswi SMKN 1 Selong dan SMPN 2 Selong. Diketahui akar permasalahannya adalah kecemburuan. Dimana perkelahian itu terjadi akibat memperebutkan cowok. ”Masalah ini sebenarnya masalah sepele. Permasalahannya adalah masalah percintaan,” pungkas Jujuk. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid