Ada Program Jalan Baru Tahun Ini

JALAN: Jalan Dakota yang akan dilebarkan menuju ke barat sampai Tinggar pada tahun ini (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) punya program pembukaan jalan baru tahun ini. Jalan yang dibuka diantaranya jalan dari Rembige tembus ke Tinggar Ampenan Utara sepanjang 3 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H. Mahmudin mengatakan, pembukaan jalan baru akan dimulai tahun ini.  Saat ini masih dalam proses pembahasan dan pembebasan lahan warga. “ Jalan sepanjang tiga kilometer dari Dakota sampai Tigar sebagai upaya mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi di Rembige ke utara,” katanya kepada Radar Lombok kemarin.

Pembukaan jalan baru diakui telah memasuki tahap kajian. Lebar jalan nantinya sampai 10 meter. Jalan baru akan tembus sampai tempat relokasi pasar Kebon Roek sehingga tidak  terjadi kemacetan di sekitar Kebon Roek menuju Senggigi. Pengguna jalan bisa belok ke arah timur sampai ke Udayana.

Saat ini selain jalan tembusan di Jalan Dakota, juga sedang dirancang pembebasan tanah untuk jalan di sepanjang Kali Unus. Pembangunan fisiknya akan dikoordinasikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Ada juga jalan lain di Karang Koloh Kelurahan Jempong. “ Prinsipnya untuk berbagai kegiatan pembangunan, pelebaran serta pembukaan jalan baru, pemerintah kota siap dukung pembebasan lahan,” katanya.

[postingan number=3 tag=”program”]

Pada tahun sebelumnya Pemerintah Kota Mataram telah membuka jalan baru antara lain terusan Jalan Bung Hatta Monjok, jalan kembar di pinggir Kali Jangkuk dan lain-lain. Selain itu dilakukan juga pelebaran Jalan Gajah Mada, Jalan TGH. Faisal, Jalan Bung Karno, Jalan Energi dan Jalan Saleh Sungkar di kawasan Ampenan.  

Untuk anggaran akan dikordinasikan dengan Badan Keuangan Daerah (BKD). Semua tahapan sudah mulai rampung baik soal kesepakatan harga lahan melalui lembaga penaksir harga maupun yang lainnya.

Sebelumnya, rencana jalan underpass Udayana tembus ke bandara lama Selaparang, sampai ke Gunung Sari batal dilakukan karena pemerintah Lombok Barat sampai saat ini belum ada respon. “ Ya mestinya sampai utara, tapi Lombok Barat tidak ada respon untuk pembebasan lahan,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komisi  III DPRD Kota Mataram Gede Wiska mendukung jalan baru di tahun ini sebagai alternatif untuk mencegah kemacetan.” Kita minta penataan jalan di Kota Mataram dirampungkan sehingga tidak ada lagi kemacetan,” pungkasnya.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut