Ada Murid Positif Corona, Dua SD di Lotim Ditutup

SEKOLAH TUTUP : SDN 1 Tanjung Kecamatan Labuhan Haji yang ditutup sementara selama 14 hari untuk mencegah adanya penyebaran Covid- 19. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG  – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur akhirnya menutup dua Sekolah Dasar (SD) di Lombok Timur  setelah ditemukan adanya murid yang positif terpapar Covid- 19.

Kepala Dinas Pendidikan dan kabudayaan (Dikbud) Lombok Timur Achmad Dewanto Hadi mengatakan SD yang ditutup sementara ini adalah SDN 1 Tanjung Kecamatan Labuhan Haji dan SD IT Nurul Fikri Kecamatan Selong. Untuk SDN 1 Tanjung ini yang  tekonfirmasi positif Covid-19 adalah guru kelas.

“Setelah mendengar ada guru dan murid positif  Covid-19, kita kemudian melaporkan ke Puskesmas dan langsung melakukan tracking dan rapid tes semua guru tidak ada yang reaktif,” kata Dewanto Hadi, kemarin.

Setelah melihat hasil dari rapid tes semua guru, kemudian dilanjutkan dengan melakukan rapid tes kepada semua murid kelas V SDN 1 Tanjung . Dari rapid test ditemukan sebanyak empat murid dinyatakan reaktif.  Dengan ditemukannya ada yang reaktif, pihaknya meminta agar murid tersebut melakukan isolasi secara mandiri.

“Setelah itu, pada Rabu (9/12), kami keluarkan surat kalau sekolah SDN 1 Tanjung itu ditutup sementara,” katanya.

Sementara itu, untuk SD IT Nurul Fikri setelah melakukan rapid test yang dilakukan oleh keluarganya. Dimana ini merupakan inisiatif keluarga sendiri yang mengecek kesehatan anaknya. Karena, kakak dari murid ini sudah dinyatatakan positif Covid- 19.

“Jadi murid ini terpapar dari keluarganya, bukan merupakan klaster sekolah, murni klaster yang datang dari luar. Namun untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan, kita sudah keluarkan surat edaran agar SD IT Nurul Fikri ditutup,” ujarnya.

Hadi mengatakan, jika melihat dari protokol kesehatan yang ada di sekolah, terutama SDN 1 Tanjung merupakan sekolah yang menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Apalagi kepada guru yang mengajar. Hal serupa juga di semua sekolah sudah menerapkan sesuai aturan yang ada. Hanya saja, karena sebelum dikonfirmasi positif, guru ini sudah mengajar anak – anak.

“Kalau kita tahu guru ini positif, maka tidak akan memberikan masuk ruangan,” ucapnya.

engan kondisi seperti ini, kata Hadi, Dikbud Lotim tetap mengacu pada surat edaran empat menteri. Dimana ketentuannya adalah, ketika ada satu sekolah yang terkonpirmasi positif,  maka sekolah itu harus ditutup selama 14 hari kedepan. Sementara yang lain harus tetap lanjut. Namun protokol kesehatan jangan sampai lalai, sehingga tidak ada kasus yang lain.

“Sekarang anak- anak sedang ujian akhir semester. Bagi sekolah yang ditutup, harus tetap memberikan anak – anak ujian, dengan cara soal ujian semester diantar atau cari metode yang lain,” katanya. (wan)