Ada Janin di Perut Bayi Berusia 10 Bulan

AKAN DIOPERSI : Inilah pasien RSUD Provinsi NTB atas nama Muhammad Abdul Zikri Hakim, seorang bayi berumur 10 bulan yang ada janin di dalam perutnya. (RSUD Provinsi NTB for Radar Lombok)
AKAN DIOPERSI : Inilah pasien RSUD Provinsi NTB atas nama Muhammad Abdul Zikri Hakim, seorang bayi berumur 10 bulan yang ada janin di dalam perutnya. (RSUD Provinsi NTB for Radar Lombok)

MATARAM – Salah satu pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB bernama Muhammad Abdul Zikri Hakim akan dioperasi. Pasalnya, pasien tersebut yang merupakan seorang bayi laki-laki berumur 10 bulan memiliki janin di dalam perutnya.

Pasien Zikri Hakim merupakan anak dari Asmani, warga Desa Letok Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Bayi tersebut masuk ke RSUD Provinsi NTB sejak 11 Maret 2017 lalu, setelah dirujuk dari RSUD dr Soedjono Selong menggunakan BPJS mandiri. “Kami siap melakukan tindakan operasi pada pasien, saat ini masih dilakukan tindakan pra operasi untuk memperbaiki kondisi kesehatan pasien,” ujar Direktur Utama (Dirut) RSUP NTB, dr Lalu Hamzi Fikri saat ditemui di RSUP, Selasa kemarin (21/3).

[postingan number=5 tag=”peristiwa”]

Tindakan pra operasi yang dilakukan untuk memaksimalkan kondisi fisik bayi  tersebut. Terutama untuk perbaikan gizi, mengingat bayi tersebut terindikasi mengalami gizi buruk. Kondisi bayi saat ini memang masih kekurangan protein, hal itu disebabkan janin yang ada di dalam perutnya menjadi parasit.

Dijelaskan, janin yang ada di dalam perut bayi tersebut memang dalam kondisi tidak hidup atau mati. Namun, sistem pembuluh darah janin masih jalan sehingga menyerap gizi yang masuk ke tubuh bayi. “Benda asing atau janin itu parasit, dia minta gizi makanan dari inangnya. Dia mati tapi sistem pembuluhnya darahnya jalan terus,” terang Fakri.

Menurutnya, kasus seperti ini sangat langka terjadi di dunia. Namun kasus tumbuhnya janin pada perut bayi pernah juga dilaporkan terjadi di China dan India. “Ini kasus langka, terjadi satu diantara 500 ribu kelahiran,” katanya.

Hal inilah yang membuat pihak RSUD NTB sangat berhati-hati menangani pasien tersebut. Ia berharap semuanya bisa berjalan lancar dan sukses operasi seperti di China. “Kondisi bayi saat ini masih makan dan minum ASI,” ucapnya.

Kondisi bayi ini diketahui berdasarkan hasil foto abdomen, ‘thorax’ dan CT Scan pada 13-15 Maret lalu. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ada benda di dalam perut bayi yang mirip gambaran tulang dan tubuh tidak sempurna atau seperti janin.

Dokter spesialis anak RSUP NTB, dr Agus Rusdhy Hamid menambahkan, janin pada tubuh bayi tersebut telah menjadi parasit bagi bayi. Namun dapat dipastikan janin tersebut dalam kondisi steril dan jauh dari bahaya pembusukan yang akan mengancam nyawa bayi.

Kondisi pembesaran pada perut bayi membuat asupan makanan sulit untuk masuk. Hal itulah yang membuat  ASI menjadi alternatif terbaik meski bayi telah berusia 10 bulan. “Janin pada tubuh bayi itu tidak memiliki denyut nadi karena memang mati. Tapi akan jadi seperti tumor yang makin membesar karena mendapatkan aliran darah,” terangnya.

Untuk membuat rencana operasi sukses, telah disiapkan juga 9 dokter ahli. Nantinya, paska operasi akan disiapkan ruangan khusus untuk memulihkan kondisi bayi. Semua biaya operasi tidak dibebankan kepada keluarga pasien. (zwr)