Abrasi, Warga Endok akan Direlokasi

ABRASI: Kondisi abrasi di Pantai Endok yang dalam waktu dekat akan ditangani oleh pihak PLN dan Pemkab Lombok Barat.(Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Abrasi yang terjadi di pesisir pantai Endok Desa Taman Ayu menghawatirkan khususnya di Pantai endok Dusun Taman Endok yang sangat dekat dengan permukiman warga sekitar. Hal ini diakibatkan oleh mengikisnya pantai yang semula seluas 110 m dan kini hanya tersisa kurang lebih 25 meter.

General Manager PLTU Jeranjang Indarto Joko Prakoso menyampaikan untuk menangani dampak abrasi, pihaknya akan melakukan kajian ulang bersama akademisi Universitas Mataram ( Unram) terkait dengan dampak dan penanganan abrasi di Pantai Induk Gerung. ” Untuk penanganan kita akan lakukan kajian bersama Unram,” paparnya saat rapat bersama Wakil Bupati Lombok Barat.

Selanjutnya pihaknya akan memindahkan pasir hasil kerukan ke lokasi untuk menimbun bekas abrasi. Tidak hanya itu Indarto menyampaikan juga rencana jangka pendek untuk mengatasi dampak abrasi yakni akan merelokasi warga sekitar. Dengan demikian masyarakat tidak khawatir lagi terhadap bencana yang akan menimpa. “Rencana jangka pendek kami yakni merelokasi warga, kami mohon dukungan semua pihak”, tegasnya.

Sementara itu, Manager UPK PLN Lombok, I Nyoman Satryadi Rai menegaskan bahwa sesuai arahan dari hasil rapat tersebut, pihaknya sepakat untuk penanganan jangka pendek dengan dengan memindahkan pasir yang sudah dikeruk sebelumnya. Namun demikian, dia mengatakan kalau hanya dipindahkan pasir saja, itu akan menjadi pekerjaan yang berulang-ulang karena kondisi alam tidak bisa diprediksi. “Untuk itu, sebagai langkah antisipasi kita sudah menyiapkan treepot sebanyak 100 biji sebagai pemecah gelombang. Itu hanya bersifat sementara, nanti tindaklanjutnya akan dibahas lagi,” tegasnya.

Terkait abrasi itu sendiri, ia menyatakan bahwa persoalan abrasi merupakan persoalan global dan kompleks yang tidak hanya terjadi di Pantai Endok Gerung saja.

“Untuk itu perlu adanya kerja sama semua stakeholder. Kan bisa saja anggaran penanganannya dari PLN dan juga pemda setempat, karena pemda-kan ada juga tanggung jawabnya terkait hal itu. Dan kita juga harus tetap memberi sumbangsih, itu komitmen kami,” ujarnya menegaskan.

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun menyampaikan Pemkab Lobar berkomitmen bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah abrasi pantai Endok.

Ia menegaskan,pihaknya sudah bermusyawarah mencarikan solusi terbaik terhadap penanganan abrasi.

“Semoga hajatan kita semua dapat terlaksana walaupun ini tidak semudah membalikan telapak tangan, tetapi saya yakin kalau semua bekerja sama dan berkontribusi dengan baik semua masalah ini dapat diselesaikan sehingga masyarakat merasa nyaman”, jelasnya.

Sumiatun berharap agar masalah ini selalu dipantau oleh Polres Lombok Barat karena setiap tahun masalah abrasi ini semakin parah.

Dengan adanya perhatian dari pihak Kepolisian dalam pengamanan lokasi maka diharapkan proses percepatan penanganan abrasi akan berjalan dengan lancar. “Kami berharap Bapak Kapolres untuk terus memantau permasalahan ini agar kondusivitas keamanan masyarakat tetap terjaga”, tutupnya. (ami)

Komentar Anda