Abrasi Gili Air Kian Parah, Jalan Utama Putus

ABRASI: Salah satu titik yang mengalami abrasi di Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Abrasi di pesisir Gili Air kian parah. Sampai-sampai membuat jalan utama terputus.

Kepala Dusun Gili Air, Sukding mengatakan, akibat jalan yang terputus tersebut, wisatawan harus memutar arah karena sama sekali tidak bisa dilalui. “Ini tentu sangat mengganggu wisatawan yang berkunjung,” ujar Sukding.

Diungkapkan, jalan utama tersebut dahulunya berada agak dalam. Hanya saja entah dengan pertimbangan apa, Pemprov NTB tiba-tiba memindahkan ke depan menghadap laut, sehingga terdampak abrasi. “Kami sebetulnya sudah mewanti-wanti nanti akan terjadi abrasi dan sekarang itu terbukti,” ujarnya.

Abrasi ini jelasnya harus segera ditangani oleh pemerintah. Jangan sampai kondisinya makin parah. Di Gili Air saat ini ada 8 titik abrasi, namun yang paling parah ada di tiga titik. Yakni dari Pelabuhan Gili Air ke arah Timur sekitar 90 meter. Kemudian di depan Hotel Seven Seas sepanjang 35 meter dan sebelah utara depan konter gili juga 35 meter. “Di titik-titik tersebut jalannya sudah putus. Sementara yang lainnya masih aman karena abrasinya jauh dari jalan,” katanya.

BACA JUGA :  Penertiban Pelabuhan Tikus di Lombok Utara tanpa Hasil

Menurutnya, jumlah titik abrasi bisa saja bertambah jika pemda tidak bergerak cepat untuk menangani.

Adapun abrasi ini diakui Sukding bukan hanya di Gili Air. Di Gili Trawangan pun juga mengalami hal serupa. Hanya saja kondisi di Gili Air jauh lebih parah. Abrasi merusak jalan utama yang juga sekaligus jalan lingkar yang biasa digunakan tamu. “Sekarang pemprov belum ada respons, kebetulan lahan jalan ini milik pemprov,” bebernya.

BACA JUGA :  Tinggal Digubuk Reot, Berharap Makan dari Tetangga

Terkait abrasi ini, Wabup KLU Danny Karter Febrianto juga sempat menyinggungnya dalam kegiatan ekspose penanggulangan sampah di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Selain sampah, saat ini kita sedang petakan sejumlah persoalan di gili seperti abrasi dan infrastruktur di sana. Saya harap Dinas Pariwisata, DLH, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan itu bisa bekerja sama untuk mengatasi,” pintanya. (der)