98 Siswa SMAN 1 Selong Di-Tracing Kontak

DITUTUP: Aktivitas belajar tatap muka di SMAN 1 Selong dihentikan dan sekolah masih ditutup setelah salah satu guru dinyatakan positif Covid-19. (M.GAZALI/RADAR LOMBOK )

SELONG –  Sebanyak 98 siswa SMAN 1 Selong telah dilakukan tracing kontak oleh Satgas Covid-19 Lombok Timur. Mereka yang di- tracing kontak ini adalah para siswa yang punya riwayat kontak erat dengan salah satu guru yang sebelumnya telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain siswa, sejumlah guru juga dilakukan tracing kontak berupa pemeriksaan kesehatan atau dilakukan tes swab untuk memastikan apakah ada dari mereka yang terpapar Covid-19.

“Dari 98 siswa SMAN 1 Selong yang di tracing kontak ini disinyalir pernah kontak langsung dengan guru yang positif Covid-19 ” kata Sekretaris dan juga Jubir Satgas Covid 19 Lotim Budiman Satriadi. 

Tidak hanya tracing kontak, lanjut Budiman, berbagai upaya pencegahan lainnya juga telah dilakukan setelah guru di SMAN 1 Selong dinyatakan positif Covid-19. Diantaranya, aktivitas belajar tatap muka di SMAN 1 Selong untuk sementara waktu dihentikan. Karena mengingat SMAN 1 Selong ini berada dibawah kewenangan Dikbud NTB, maka pihaknya juga  terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Pemprov NTB.

Selain itu, Tim Satgas Covid-19 Lombok Timur juga sudah merekomendasikan untuk dilakukan penutupan sekolah dan penghentian aktivitas belajar mengajar sementara waktu. Namun, semuanya itu telah dikoordinasikan kepada Dinas Dikbud Provinsi NTB yang menjadi kewenangan sekolah bersangkutan.

“Kami langsung minta ke Dinas Dikbud NTB, agar SMAN 1 Selong ditutup sementara ” imbuh dia. 

Terpisah, Plt Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong Tantowi Jauhari menambahkan berkaitan dengan salah satu guru SMAN 1 Selong yang  positif Covid-19, yang bersangkutan memang punya penyakit penyerta, yaitu demam dan sesak. Kondisi kesehatan guru tersebut saat ini sudah mulai semakin membaik. Tapi sesuai protokol penanganan Covid-19 yang bersangkutan tetap diharuskan untuk menjalani isolasi mandiri.

“Yang bersangkutan saat ini sedang menjalani perawatan dan penanganan di RSUD Selong. Kondisinya sudah stabil, tapi harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan ” singkat Tantowi. (lie)