90 Persen Bisnis Travel Agent di NTB Tiarap

LION-AIR
TIKET PESAWAT : Maskapai Lion Air saat bersiap menaikan penumpang di Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok. (DOK/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Bisnis agen perjalan wisata (travel Agent) di NTB tak mampu bertahan ditengah hantaman pandemi Covid-19 selama 1 tahun ini. Karena kondisi tidak memungkinkan untuk operasional 90 persen, maka travel agent terpaksa tutup sementara usaha mereka.

“Wait and see atau sementara tutup. Anggota saya yang terdata itu sampai dengan sekarang 130 orang, tapi yang aktif hanya 10 persen,” kata Ketua DPD Association of The Indonesia Tour And Travel Agencies (ASITA) NTB Dewantoro Umbu Joka, Senin (15/3).

Namun dipastikan pengusaha travel agent saat ini hanya tutup sementara usaha mereka. Artinya bukan menutup secara permanen, dengan harapan kondisi pandemi Covid-19 berangsur-angsur membaik. Apalagi setelah adanya vaksin yang dilakukan kepada masyarakat.

“Sekarang lagi begini orang mau jualan apa. Paling sekedar memberi informasi ke rekan-rekannya, mengajak orang datang melihat bagaimana situasinya. Masih ada pandemi dan banyak aturan juga, dari PSBB, dan rapit antigen,” terangnya.

Dikatakan Umbu, para travel agent saat ini masih wait and see (menunggu dan melihat) situasi pandemi Covid-19. Mencari peluang baru sebelum normal kembali lagi, karena belum bisa dipastikan sampai kapan akan berakhir Covid-19 ini. Bahkan dari pemerintah juga belum mengetahui kapan Covid-19 ini berhenti.

“Kalau kita bicara bisnis, bisa virtual wisata, tapi apa orang dengan virtual saja dia mau bayar. Sekarang ini tanpa mereka beli, sudah bisa lihat di media sosial,” tuturnya.

Menurutnya, wisata dengan datang langsung ke destinasi tujuan lebih bagus, karena manfaat ekonominya ada, apalagi terjadi berbagai transaksi dilakukan, sehingga mampu menggerakan semua sektor usaha.

“Orang wisatawan ke tempat kita dia bisa makan, minum, belanja oleh-oleh dan lainnya itu tujuannya,” ungkapnya.

Senada, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB Awanadhi Aswinabawa mengatakan secara fakta sudah banyak travel agent yang tidak operasional lagi. Namun belum resmi menyatakan bangkrut, hanya saja sudah tidak lagi beroperasi.

“Tutup sementara, Dari sekitar 60 anggota Astindo NTB yang masih beroperasi minim sekali palingan cuma 4-5 travel agent,” sebutnya.

Dikatakan Awan, yang dilakukan oleh para anggotanya saat ini masih terus menjaga komunikasi dengan mitra kerjanya, supaya industri biro perjalanan bisa tetap jalan meskipun tidak banyak yang menggunakan jasa biro perjalanan. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang. Untuk bisa beroperasional kembali pun masih sangat sulit bagi mereka yang tutup ini.

“Susah diprediksi, karena secara pembukuan sudah tidak layak operasi, karena merugi terus,” tutupnya. (dev)