9 SPBU Mulai Layani Transaksi Non Tunai

9 SPBU Mulai Layani Transaksi Pengisian BBM Gunakan Non Tunai
Kepala BRI Cabang Mataram, Moh Harsono bersama petugas dan konsumen yang mengisi BBM , pembayarannya dilayani dengan kartu Brizzi yang digesek di mesin EDC oleh karyawan SPBU di Pagesangan, Kota Mataram, Selasa (27/3).

MATARAM – Pembelian bahan bakar minyak (BBM) di 9 SPBU yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat mulai menggunakan uang non tunai (e-Money). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani bersama pimpinan lembaga perbankan dan perwakilan PT Pertamina dan pengusaha SPBU, Selasa kemarin (27/3) melaunching layanan Gerakan Non Nasional Tunai (GNNT) di SPBU Pagesangan.

Bank Indonesia bersama lembaga perbankan dan pihak PT Pertamina serta pengusaha SPBU memastikan, layanan pembelian pengisian BBM di 9 SPBU yang telah ditetapkan menjadi pilot projek  untuk layanan non tunai tersebut serentak dimulai. Dengan demikian, para pengendara sepeda motor dan juga pemilik mobil, sudah dilayani menggunakan uang elektronik di 9 SPBU yang menjadi pilot projek tersebut.

Launching GNNT untuk pembelian BBM di SPBU Pagesangan, berlangsung meriah. Pasalnya, para pengendara sepeda motor diberikan kartu elektronik secara cuma-cuma oleh perbankan untuk membayar BBM yang diisi. Selain itu, para pengendara yang mengisi BBM menggunakan secara non tunai, diberikan souvenir dari sejumlah lembaga perbankan.

“Mulai hari ini serentak dilaksanakan layanan transaksi non tunai untuk pengisian BBM di 9 SPBU,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Achris Sarwani disela-sela demo pengisian BBM dengan menggunakan sejumlah kartu elektronik yang dikelularkan perbankan, seperti Brizzi dari BRI, e-Money dari Bank Mandiri dan lainnya.

Menurut Achris, pemanfaatan transaksi non tunai menggunakan kartu dari perbankan di setiap SPBU di mesin electronic data capture (EDC)  sebagai salah satu langkah maju dalam memberikan kemanan dan kenyaman bagi konsumen. Masyarakat tidak lagi, direpotkan dengan uang tunai dan uang kembalian. Tapi cukup dengan satu kartu kemudian di gesek di mesin EDC bank yang sudah terpasang di setiap SPBU.

“Layanan non tunai di SPBU ini memberi kenyamanan bertransaksi bagi konsumen,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemberlakukan transaksi pembelian BBM di SPBU dengan menggunakan uang kartu elektronik (e-money) merupakan program gerakan nasional non tunai (GNNT). Selain itu, gerakan transaksi e-money ini sebagai salah satu upaya menekan beredarnya uang palsu yang sering juga ditemukan digunakan bertransaksi oleh oknum tidak bertanggungjawab di SPBU.

Begitu juga untuk menghindari aksi perampokan yang sering terjadi di SPBU. Uang tunai yang ada di SPBU rentan terjadi perampokan. Karena  dengan memanfaatkan transaksi non tunai menggunakan kartu uang elektronik, maka uang hasil penjualan lebih aman, karena terkoneksi langsung ke rekening perusahaan di bank. Selain itu untuk konsumen, tentunya juga lebih efektip, dan efisien, karena jika biasanya kembalian belanja kurang dari Rp1000 atau Rp500 terkadang dikasih permen sebagai ganti kembalian uang. Tetapi dengan transaksi menggunakan kartu elektronik dalam pembelian BBM di SPBU, maka berapa kembaliannya itu tetap utuh nominalnya di kartu non tunai milik dari konsumen tersebut.

“Transaksi menggunakan non tunai ini pastinya lebih aman, efisien dan efektip,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BRI Mataram, Moh Harsono menyebut bahwa hingga Maret ini, pihaknya di BRI Cabang Mataram yang membawahi wilayah Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara telah mengeluarkan kartu Brizzi sebanyak 19.900 kartu. Kartu tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengisian BBM di SPBU, membeli barang di sejumlah ritel modern dan merchandise tertentu.

“Untuk isis kartu Brizzi itu maksimal Rp1 juta dan bisa di isi di sejumlah ritel modern dan juga datang langsung ke BRI termasuk juga melalui mobile banking,” terangnya.

Sementara itu, Sales Executive Retail XI, PT Pertamina Ampenan, Reggi Senjang Paramagarjita mengatakan, sebanyak 9 SPBU yang dijadikan tempat uji coba penerapan transaksi pembelian BBM non tunai, diantaranya 5 SPBU di Kota Mataram dan 4 SPBU di Lombok Barat.

“Sebanyak 9 SPBU ini sudah final tempat uji coba penerapan penjualan BBM secara non tunai. Perbankan sudah mulai memasang infrastruktur mesin EDC di SPBU,” katanya.

Reggi menambahkan, jumlah total SPBU di Provinsi NTB baik itu di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa sebanyak 44 layanan SPBU. Untuk uji coba tahap pertama ini di 9 SPBU yang ada di Kota Mataram diantaranya, SPBU di Dasan Cermen, SPBU di Jl Adi Sucipto,  Selaparang, SPBU Jl Gajah Mada, Pagesangan, SPBU Karang Jangkong dan SPBU Kekalek.  Selanjutnya untuk 4 SPBU yang di Lombok Barat, diantaranya, SPBU di Jl Raya Lembar, SPBU di Jl Raya Senggigi, Meninting, Batu Layar, SPBU di Jl Raya Tanjung, Gunungsari, dan SPBU Rintam Narmada, Gerimax.

“SPBU sudah mulai menjalankan training (pelatihan) bagi karyawannya untuk pengoperasian mesin EDC. Pertamina dan pihak SPBU juga sudah melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak,” pungkasnya. (luk)