89 Mahasiswa Kembali Dikirim ke Luar Negeri

Sri Hastuti (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Program Seribu Cendikia tetap berjalan meski pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Dalam waktu dekat, sebanyak 89 orang kembali akan dikirim ke luar negeri. 

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi NTB, Sri Hastuti menyampaikan, puluhan mahasiswa tersebut akan belajar ke negara Jiran Malaysia. “89 awardee beasiswa Malaysia ini akan diberangkatkan awal Maret depan,” terang gadis yang akrab disapa Tuti ini, Minggu (7/2).

Puluhan mahasiswa tersebut, akan melanjutkan pendidikan S2 selama dua tahun di enam universitas. Artinya, mereka kuliah di kampus yang berbeda-beda. 

Menurut Tuti, fakultas yang dipilih mahasiswa NTB sangat variatif. Mulai dari science sampai construction. “Kita juga sudah memasukkan mereka ke kelas bisnis, leadership, ekonomi dan keuangan dalam pelatihan pra keberangkatan. Harapannya awardee memiliki bekal lain di luar tujuan akademis,” katanya. 

Bukan kali ini saja mahasiswa NTB dikirim belajar ke Malaysia. Sebaran alumni dari gelombang pertama tujuan Malaysia sebanyak 145 orang pada 2019 lalu. Sejauh ini menunjukkan hasil yang baik. 

Semakin banyak mahasiswa NTB yang belajar ke Malaysia, tentu saja akan lebih baik. Apalagi selama  ini, orang NTB yang datang ke Malaysia mayoritas untuk bekerja di perkebunan Kepala Sawit. “Jadi beasiswa tujuan Malaysia ini juga semacam movement, bahwa Indonesia khususnya NTB tidak hanya diketahui kiprahnya di dunia tenaga kerja. Secara keilmuan juga diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi NTB,” ucap Tuti. 

Direktur LPP Provinsi NTB, Irwan Rahadi menyampaikan, kebijakan mengirim warga NTB belajar ke luar negeri tidak populis. Mengingat, manfaatnya tidak bisa dirasakan langsung 

Namun akan dirasakan tiga atau empat tahun kedepan. 

Mulai dari pendanaan hingga profil mahasiswa yang dikirim, membuat LPP sangat berhati hati. Namun demikian target 1000 cendekia yang saat ini telah mencapai 400 orang alumni dapat terus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat. “Dukungan dari semua pihak sangat kita butuhkan,” ujarnya. 

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri memastikan, program beasiswa dan 1000 cendekia selama ini telah berjalan sesuai rencana. Tahun ini anggarannya sebesar Rp 88 miliar, dimana 55 miliarnya untuk sektor pendidikan secara keseluruhan. 

Masyhuri berharap, pendanaan beasiswa diperluas tidak hanya bergantung kepada pemerintah. Namun, LPP bisa melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. “Harapannya, bisa terus berjalan tanpa ada kendala,” kata Masyhuri. 

Para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di luar negeri, diharapkan bisa membawa perubahan bagi daerah. Artinya, berbagai persoalan yang ada bisa memberikan kontribusi untuk mencari solusi. “Selain belajar, awardee juga harus mencari peluang apa saja yang bisa menjadi solusi pembangunan daerah dengan mengembangkan jaringan. Misalnya investasi dan lainnya,” pesan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi. 

Dikatakan, mahasiswa awardee juga harus mempertanggungjawabkan dana beasiswa yang telah diberikan. Terlebih, secara individu, Sekda meyakini para awardee mempunyai wawasan lebih luas tentang bagaimana mengembangkan diri di luar tugas belajar. 

Misalnya mencari tahu tentang bagaimana masyarakat Malaysia menghadapi MotoGP Sepang atau potensi investasi untuk membantu kembali NTB diberbagai bidang. “Awardee harus bisa mengalahkan popularitas TKI dan TKW yang sudah terbukti berkontribusi besar bagi daerah melalui devisa,” katanya. 

Sekda juga mengingatkan, saat ini dunia masih dilanda pandemi. Sikap waspada dan beradaptasi harus dilakukan. “Pemerintah daerah juga menyadari pertaruhan reputasi dan tanggungjawab jika ada mahasiswa yang terlantar. Namun mahasiswa juga harus mempunyai pemahaman dan memanfaatkan peluang belajar di luar negeri dengan baik,” ucap Sekda. (zwr)