834 Mahasiswa Penerima Beasiswa Pemprov NTB Dibiayai Sampai 2024

Mahasiswa penerima awarding keluar negeri dari APBD NTB berpose bersama saat keberangkatan. (DOK /RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sebanyak 834 mahasiswa yang mendapatkan program beasiswa dibiayai dari bantuan APBD NTB akan tetap menerima kucuran pembiayaan sampai 2024 mendatang. Dengan demikian, penghapusan alokasi pembiayaan program beasiswa era Zul – Rohmi masih tetap berlanjut sampai 2024 mendatang,

Kepala Sub Bidang Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Badan Riset Daerah (BRIDA) Provinsi NTB Sri Hastuti mengatakan program beasiswa yang digagas oleh mantan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB H Zulkieflimansyah – Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) masih dibiayai sampai tahun 2024 mendatang.

“Mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri masih dibiayai  oleh Pemprov NTB melalui APBD NTB 2024 dengan alokasi sebesar Rp10 miliar untuk 834 orang,” sebut Sri Hastuti kepada Radar Lombok, Selasa (21/11).

Dikatakan Sri, bahwa bahwa anggaran program beasiswa tetap dialokasikan dalam APBD 2024 sekitar Rp10 miliar. Anggaran tersebut untuk mahasiswa yang ongoing, digunakan untuk membiayai penyelesaian studi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan, baik luar negeri maupun dalam negeri.

Baca Juga :  Mahasiswa dari Lima Negara Belajar ke SMK Negeri 5 Mataram

Untuk diketahui, mahasiswa yang menerima beasiswa Pemprov NTB ini akan menyelesaikan studinya pada 2024 mendatang. Mahasiswa yang menerima beasiswa di luar negeri dari APBD NTB sebanyak 164 orang dan di dalam negeri 670 orang. Dengan demikian, total mahasiswa penerima program beasiswa Pemprov NTB, baik luar negeri maupun dalam negeri sebanyak 834 orang, dengan alokasi dana sebesar Rp10 miliar.

Sebelumnya, Asisten Administrasi dan Umum Setda Pemprov NTB H Wirawan Ahmad menyatakan bahwa anggaran program beasiswa tetap dialokasikan dalam APBD 2024. Hanya saja anggaran ini akan digunakan untuk membiayai penyelesaian studi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di berbagai negara.

Baca Juga :  20 Mapel di Seleksi PPPK Guru 2022 Minim Peminat

“Anggaran untuk pengiriman yang baru tidak dialokasikan. Hanya anggaran untuk membiayai mahasiswa yang masih menempuh studi,” kata Wirawan.

Disampaikam Wirawan, kebijakan untuk menghentikan pengiriman penerima beasiswa yang baru ke luar negeri, sesungguhnya telah dimulai dari tahun 2023. Alasannya sederhana, program unggulan dalam RPJM 2018-2023 ini sudah jauh melampaui target kinerja yang ditetapkan dalam RPJM.

Dalam RPJM, target mahasiswa penerima beasiswa baik luar negeri maupun dalam negeri hanya 1000 orang, akan tetapi yang terealisasi sekarang sudah melebihi 5000 orang mahasiswa penerima beasiswa.

Untuk beasiswa umum ke luar negeri sudah terealisasi 780 mahasiswa, dan untuk beasiswa dalam negeri sudah 4000-an lebih.

“Beasiswa dalam negeri ini meliputi beasiswa stimulan unggulan dan beasiswa stimulan kerjasama,” jelas Wirawan.  (adi)

Komentar Anda