80 Persen Jamaah NW Puas Kinerja Jokowi

Joko Widodo(ist)

JAKARTA – Parameter Politik Indonesia (PPI) melakukan survei memotret persepsi sejumlah organisasi masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo alias Jokowi selama 15 bulan menjadi presiden di periode kedua.

Salah satu yang disurvei adalah Nahdlatul Wathan (NW). Hasilnya, 80 persen jamaah NW puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan 10 persen tidak puas. Sedangkan survei tingkat kepuasan warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdiyin menyatakan 70,8 persen puas dan 24,2 persen tidak puas. “Ada 70,8 persen warga NU yang puas dengan kinerja Jokowi,” jelas Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno merilis hasil surveinya Minggu (21/2) malam dikutip dari jpnn.com.

Namun setidaknya ada tiga ormas yang cukup rendah kepuasannya terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi. Ormas tersebut ialah Muhammadiyah, sejumlah organisasi kepemudaan, dan Front Pembela Islam (FPI). “Temuan kami simpatisan FPI 66,6 persen tidak puas, sisanya 33,3 persen puas,” kata Adi.

Selain itu, kata Adi, pihaknya juga memotret 50,2 persen warga Muhammadiyah tidak puas dengan kinerja Jokowi. Sementara 47,7 persen menyatakan puas. Adi juga menangkap persepsi organisasi kepemudaan, seperti HMI, GMNI, KNPI, KAMMI, dan lainnya terhadap kinerja Jokowi. Hasilnya, lanjut Adi, sebesar 65 persen tidak puas, hanya 30,2 persen yang puas dengan kinerja Jokowi.

Dari hasil survei juga tercatat bahwa 100 persen anggota Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) puas dengan kinerja Jokowi. Persatuan Gereja Indonesia ada 92,5 puas dan 5,5 tidak puas. Sedangkan Parisada Hindu Dharma 100 persen menyatakan puas

Adi menyampaikan, pihaknya juga memotret kepuasan kinerja Jokowi per segmen ormas. Paguyuban atau perkumpulan suku (69,5 persen puas dan 20,8 persen tidak puas), perkumpulan hobi dan olahraga (55 persen puas dan 39,8 tak puas), serikat buruh atau kelompok tani-nelayan (54,1 persen puas dan 34,4 tidak puas). Selain itu, Pemuda Pancasila (60 persen puas dan 40 persen tidak puas).

Parameter Politik Indonesia melakukan survei dengan metode menelepon responden (telepolling) karena kondisi Covid-19 pada 3-8 Februari 2021. Populasi survei adalah warga Indonesia yang telah memiliki hak pilih sesuai Undang-undang yang berlaku. Sampel sendiri sebanyak 1.200 responden. Sementara margin of error survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (tan/jpnn)