Nasabah Bank NTB Syariah Diminta Tidak Panik

Bank NTB Syariah
MELAPOR : Devi Apriccia (Manager Layanan), Made Rakendra, Analis Layanan Kantor Cabang Pejanggik menyerahkan surat laporan kepada petugas Ditreskrimsus Polda NTB Hilman didampingi oleh Eka Meidia Wijaya (Manager Echannel) Kantor Pusat PT Bank NTB Syariah, Rabu (27/11).

Terkait Kasus Skimming melalui mesin ATM

MATARAM – Pelaku kriminal pembobolan perbankan melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) tidak hanya menyasar bank umum nasional, tapi juga kini mulai membidik bank pembangunan daerah. Salah satunya mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik PT Bank NTB Syariah di Majeluk (Klinik Mata). Mengetahui adanya pembobolan rekening nasabah dengan modus skimming, Bank NTB Syariah langsung melakukan pemeriksaan dan audit seluruh mesin ATM yang dimiliki.

Sekretaris Perusahaan Bank NTB Syariah H Febrianto Budi mengakui jika salah satu mesin ATM Bank NTB Syariah telah mengalami pembobolan dengan modus skimming. Pihak Bank NTB Syariah langsung  melakukan identifikasi, termasuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda NTB.

“Tim di Bank NTB Syariah sudah melakukan berbagai langkah antisipasi termasuk memeriksa kartu ATM nasabah yang teridentifikasi terkena skimming,” kata Febrianto Budi.

Budi mengimbau kepada masyarakat dan khususnya nasabah Bank NTB Syariah untuk tidak panik, terkait adanya kejadian skimming yang menimpa salah satu mesin ATM. Karena, Bank NTB Syariah sudah mengambil sejumlah langkah penanganan, salah satunya adalah memblokir semua kartu ATM yang terindikasi terkena skimming dan bagi nasabah yang rekeningnya terblokir bisa berkoordinasi dengan pihak Bank NTB Syariah.

Berdasarkan data hasil identifikasi, terdapat ada 33 kartu ATM nasabah Bank NTB Syariah yang telah terkena skimming. Dari jumlah tersebut, nasabah yang melapor sebanyak 31 orang. Kartu ATM dari 31 nasabah tersebut langsung di blokir dan dilakukan penggantian kartu, untuk mengantisipasi tidak terjadinya penarikan uang nasabah kembali oleh pelaku skimming, dihimbau kepada nasabah untuk mengganti passwordnya.

“Jadi tim Echannel (Electronic Channel) Bank NTB Syariah sekarang ini sedang melakukan proses identifikasi dan investigasi termasuk validasi data nasabah yang kemungkinan jadi korban skimming,” jelasnya.

Budi juga memastikan jika dalam identifikasi dan pemeriksaan nantinya, sebanyak 31 nasabah yang sudah melapor tersebut memang betul menjadi korban skimming, maka Bank NTB Syariah menjamin semua uang atau kerugian nasabah tersebut diganti tanpa kurang sedikitpun. Bank NTB Syariah juga akan mengganti kartu ATM baru bagi nasabah yang menjadi korban skimming tersebut.

“Yang pasti uang mereka (nasabah) korban skimming akan diganti kembali utuh. Jadi masyarakat jangan panik. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini kepada Mapolda NTB untuk diproses,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Divisi TSI PT Bank NTB Syariah Hari Hartanto menjelaskan kasus pembobolan rekening nasabah dengan modus skimming yang terjadi di mesin ATM Majeluk (Klinik Mata) terbilang canggih dan baru. Pasalnya, jika kasus skimming yang dialami sejumlah bank dengan memasang kamera cctv di atas pinpad mesin ATM serta menempel call center palsu dengan cara menindih call center asli yang sudah ada.

“Kami menemukan modus baru di kasus skimming mesin ATM Bank NTB Syariah di Majeluk ini. Pelaku membongkar booth mesin ATM dan memasang alat penyadap di dalamnya,” terang Hari. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman cctv di mesin ATM Bank NTB Syariah lokasi di Majeluk oleh Tim Echannel (Electronic Channel) Divisi JKE dibawah kepemimpinan H Lalu Badaruddin selaku General Manager, pelaku diduga adalah orang berkewarganegaraan asing. Berdasarkan laporan dan aduan nasabah tersebut, bank kemudian menurunkan tim masing- masing kantor cabang untuk memeriksa mesin ATM berlokasi di sekitar Kota Mataram, termasuk seluruh mesin ATM yang dimiliki Bank NTB Syariah di seluruh NTB juga dengan melibatkan vendor.

“Kami berharap nasabah tidak panik dan risau. Karena kami sudah menangani masalah skimming ini dan nasabah tidak akan dirugikan,” katanya.

Dia juga mengajak nasabah Bank NTB Syariah untuk tetap waspada dan cerdas saat melakukan  penarikan tunai melalui mesin ATM. Pertama adalah saat menekan nomor pin di pinpad, nasabah harus menutupnya dengan punggung tangan sebelahnya. Kemudian, secara berkala agar nasabah senantiasa melakukan penggantian PIN kartu ATM serta jika ada terjadi kartu ATM tertelan masuk ke mesin, nasabah tidak perlu panik, melainkan dibiarkan saja masuk dan sebaiknya mendatangi kantor Bank NTB Syariah terdekat untuk melapor dan membuat kartu ATM baru.

Begitu juga harus jeli memperhatikan nomor call center yang terpasang, di kaca mesin ATM, karena bisa saja call center palsu di pasang oleh pelaku tindak kejahatan perbankan. Jika menelpon call center dan meminta nomor pin ATM, nasabah jangan pernah memberitahukan dan sebaiknya telpon ditutup/matikan.

“Untuk pengawasan mesin ATM, kami akan intensifkan lagi untuk menjamin keamanan transaksi nasabah,” ujarnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid