74 TKI NTB Meninggal di Luar Negeri

PETI MAYAT : Bulan lalu, Pemkab Lombok Timur menerima dua peti mayat TKI dari Malaysia yang tiba di BIL. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Malang nian nasib sebagian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB. Niat hati meninggalkan kampung halaman dan keluarga demi secercah harapan justru harus dibayar dengan nyawa.

Setiap tahun, banyak TKI NTB yang bekerja di luar negeri meninggal dunia. Namun tahun 2020 ini, jumlahnya melonjak cukup signifikan. “Ada 74 orang TKI yang meninggal tahun 2020 ini,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Hj T Wismaningsih Drajadiah kepada Radar Lombok, Jumat (4/12).

Jumlah 74 TKI yang meninggal dunia tersebut, dari awal tahun hingga saat ini. Rata-rata, setiap bulan ada TKI asal NTB yang mengembuskan napas terakhir di tanah rantauan. Pada bulan Juni 2020 lalu, tercatat hanya sekitar 30 orang yang meninggal dunia. Berselang beberapa bulan saja, jumlahnya sudah lebih dari dua kali lipat. “Penyebab meninggal, tidak ada keterangan lengkap yang kita terima,” kata Wisma.

Informasi yang didapatkan sejauh ini, salah satu penyebab puluhan TKI tersebut meninggal karena sakit. Sementara untuk alasan lain, seperti kecelakaan kerja atau penyebab lainnya, Wismaningsih belum bisa berbicara banyak. “Itu saja informasinya yang kita tahu, penyebab meninggal termasuk ada yang sakit. Karena kalau yang meninggal, tidak ditambah dengan keterangan lainnya,” tambah Wisma.

Terkait dengan negara tempat para TKI yang meninggal, juga beraneka ragam. Salah satunya yang mayoritas, tentu saja negara Jiran Malaysia. Mengingat, sebagian besar TKI asal NTB bekerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia. Penanganan terhadap para pahlawan devisa yang tinggal nama, sejauh ini berjalan lancar. Cukup tingginya angka kematian yang teridentifikasi, juga berkat koordinasi yang baik antara Disnakertrans dengan berbagai pihak terkait. “Karena semakin kita kuatkan koordinasi kita,” ujarnya.

Koordinasi yang kuat tersebut, membuat upaya pemulangan jenazah ke kampung halaman berjalan lebih mudah. “Kita koordinasi dengan pusat dan Kemenlu, BP2MI dan P3MI untuk mempermudah pemulangan jenazah warga NTB yang di luar negeri,” ucap Wismaningsih.

Selain itu, Wisma juga mengungkapkan banyaknya TKI yang dipulangkan tahun ini. Berdasarkan data yang diterima Disnakertrans, dari bulan Januari hingga Oktober sudah tercatat 11.967 orang yang dipulangkan. Negara tempat bekerja, mayoritas di Malaysia juga. Penyebab mereka dipulangkan juga beraneka ragam. “Yang dipulangkan sejak Januari sebanyak 11.967 orang. Sementara yang bermasalah sebanyak 895 orang. Bermasalah maksudnya yang illegal atau deportasi,” jelas Wismaningsih.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah memberikan perhatian serius terhadap berbagai masalah TKI. Salah satunya yang merupakan masalah klasik, terkait dengan TKI illegal. Untuk meminimalisir terjadinya TKI illegal, Wagub ingin mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan. Terutama yang terkait dengan TKI. “Mulai dari pelatihan, pengiriman sampai pemulangan ataupun perlindungan kalau terjadi masalah dengan tenaga kerja. Harus ada komitmen bersama untuk mengatasi masalah TKI,” ucap Wagub. (zwr)