71 Desa di NTB Masih Blank Spot

MENKOMINFO: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny G Plate saat memaparkan berbagai program TIK saat kunjungan di KEK Mandalika, Kamis kemarin (24/9). (IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA—Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate menegaskan setidaknya ada 71 wilayah atau desa di Provinsi NTB yang masuk dalam kategori blank spot (tidak ada sinyal seluler). Dari 71 wilayah yang blank spot itu, terdapat satu wilayah yang non desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dan 70 wilayah 3T.
Johnny G Plate menegaskan, dari 70 wilayah 3T ini akan dibangun oleh Kominfo sebanyak 35 desa untuk tahun 2021, dan tahun 2022 akan dibangun 35 desa. Sehingga pada tahun 2022, pihaknya memastikan tidak ada desa yang blank spot di Provinsi NTB. “Seluruh kawasan 3T di Provinsi NTB akan ada sinyal aktif 4G selambat-lambatnya pada tahun 2020,” ungkap Johnny G Plate saat mengunjungi KEK Mandalika, Kamis lalu (24/9).
Satu desa yang non 3T itu akan dibangun oleh operator seluler. Sehingga tidak ada alasan di berbagai kawasan tidak tersentuh dengan internet. “Bahkan tahun 2022 tidak hanya di Provinsi NTB saja, akan tetapi seluruh Indonesia harus bisa selesai. Karena untuk seluruh Indonesia ada 12.548 desa yang belum ada sinyal 4G. Kominfo membangun 19.113 desa, dan tahun ini ada 1.209 desa, tahun depan 4200 desa, dan tahun 2022 ada 3704 desa. Sisanya di wilayah non 3T akan dibangun oleh operator seluler,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, Anang Latif menyampaikan, bahwa saat ini jumlah akses internet on air yang dibangun di Provinsi NTB sudah mencapai 473 titik lokasi. Jumlah ini merupakan 6,18 persen dari seluruh akses internet yang dibangun oleh BAKTI secara nasional, dan merupakan angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan persentase daerah lainnya.
“Kategori terbanyak penempatan akses internet BAKTI Kominfo di NTB adalah di lokasi-lokasi pendidikan 52,64 persen, disusul oleh kantor pemerintahan 28,12 persen, pelayanan kesehatan 8,67 persen, pusat kegiatan masyarakat 7,40 persen, lokasi wisata1,48 persen, dan sisanya tersebar di lokasi publik, layanan usaha dan pertahanan keamanan,” terangnya.
Menurut Anang Latif, hingga akhir tahun 2020 jumlah BTS dengan layanan 4G yang akan terbangun (on air) di wilayah NTB ialah sebanyak 55 titik lokasi. Dari angka tersebut, 52 titik lokasi di antaranya sudah terbangun layanan 4G (On Air). Sementara 3 titik lokasi lainnya yang merupakan bagian dari Destinasi Super Prioritas Mandalika, masih dalam proses implementasi dan direncanakan akan terbangun BTS dengan layanan 4G (On Air) pada minggu ke-3 bulan Oktober 2020.
Lebih lanjut, BAKTI Kominfo juga telah menyiapkan cetak biru pembangunan akses internet di wilayah NTB pada tahun 2021. Cetak biru tersebut merencanakan penambahan layanan di 35 titik lokasi. Sehingga total BTS di area NTB hingga akhir tahun 2021 ialah sebanyak 90 titik lokasi. “Daerah-daerah yang direncanakan mendapat tambahan alokasi layanan pada tahun 2021 adalah Kabupaten Bima 8 lokasi, Dompu 8 lokasi, dan Sumbawa 19 lokasi,”terangnya.
Ia menegaskan, bahwa BTS ialah salah satu bentuk infrastruktur telekomunikasi yang berperan penting dalam mewujudkan komunikasi nirkabel antara jaringan operator dengan perangkat komunikasi. “BTS berfungsi untuk memancarkan juga menerima jaringan seluler di suatu cakupan wilayah. Biasanya, BTS dapat ditemukan dalam bentuk menara stasiun pemancar,”terangnya. (met)