7 Calon Rektor Unram Paparkan Visi Misi

Kompak Janji Benahi Unram Secara Transparan

Calon Rektor Paparkan Visi Misi
PAPARKAN VISI MISI: 7 orang calon rektor Unram bersama notulen dan moderator saat pelaksanaan penyampaian visi misi di gedung Rektorat Unram Lantai III, Selasa kemarin (7/11). (Lukmanul Hakim/Radar Lombok)

MATARAM – Tujuh calon rektor  Universitas Mataram (Unram) menyampaikan visi misi  di hadapan 57 anggota senat.

Penyampaian visi misi  dimulai pukul 10.00 wita hingga pukul 12.00 Wita Selasa kemarin (7/11). Sebelum  penyampaian visi misi, tujuh calon rektor ini mengambil nomor urut.  Nomor urut 1 ditempati calon rekor Prof H Lalu Wiresapta Karyadi, nomor 2 Prof Lalu Husni, 3 Prof  Mahyuni, 4 Prof H Muhammad Sarjan, 5 Prof Hj Eni Yulianti, 6 Prof H Yusuf Akhyar Sutaryono dan 7 Prof Surya Hadi. Setiap calon diberikan kesempatan selama 20 menit untuk menyampaikan dan memaparkan visi misinya.

Sidang senat untuk penyampaian visi misi calon rektor Unram tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Senat Unram Prof H Mansur Ma’shum. Dihadiri juga Rektor Unram Prof H Sunarpi dan Direktur Kelembagaan Kemenristek Dikti. Para calon rektor ini  sepakat sama-sama menginginkan agar pengelolaan keuangan di Unram lebih transparan kepada semua civitas akademika termasuk mahasiswa. Selain itu juga, mereka  mengaku akan meningkatkan kualitas mutu termasuk memperjuangkan kenaikan akreditas program studi dan universitas yang saat ini masih didominasi B  menjadi A atau unggulan.

BACA JUGA :  Pemprov Tidak Akui Guru Honorer SMA/SMK

Calon rektor Unram nomor urut 3 Prof Mahyuni menilai saat ini pengelolaan keuangan Unram tidak transparan. Begitu juga dalam menerapkan kebijakan, masih terlihat mengedepankan sentiment personal dan kelompok dengan mengedepankan prinsip suka dan tidak suka.  Oleh sebab itu, lanjut Mahyuni jika dirinya diberikan amanah oleh  57 orang anggota senat  yang punya hak pilih sebagai rektor, maka pihaknya akan menggandeng semua pihak dan bekerja secara bersama-sama dalam sebuah tim yang padu dan solid. Bukan lagi mengedepankan sentiment personal dan kelompok dengan mengedepankan prinsip suka dan tidak suka.

Dalam memimpin, kata Mahyuni, pola kepemimpinan yang harus dibangun  mengedepankan profesionalitas dalam suasana kebersamaan dalam memerankan organ dari sistem yang ada. ” Haruslah menjadi spirit dalam setiap pengambilan kebijakan strategis. Budaya kepemimpinan kolegial (collegiality culture) sangat mengedepankan spirit demokratisasi dan dialog sebagai  langkah solutif dalam menghadapi semua persoalan,” jelasnya.

Calon rektor Unram, Prof Yusuf Akhyar Sutaryono juga menekankan pada pengelolaan kampus yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, guru besar Fakultas Peternakan Unram ini juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas tata kelola Unram. Desentralisasi kewenangan dengan memberikan kewenangan lebih besar kepada lembaga di bawah rektor sesuai kapasitas jabatan tersebut. Selajutnya adalah penempatan SDM dalam jabatan sesuai kompetensi dan pengalaman disertai dengan penjenjangan penugasan yang sesuai. “Masalah akreditasi prodi dan univeritas juga akan menjadi lebih baik kedepannya diatas B,” kata Yusuf.

Selanjutnya, Prof Muhammad Sarjan menyampaikan bahwa jika terpilih menjadi rektor, maka pihaknya akan menggandeng semua pihak untuk bersama-sama membangun kebersamaan bergotong royong membangun Unram menjadi lebih baik. Berbagai program yang bagus dari pimpinan lama akan  dilanjutkan. Sementara program yang tidak baik dan kurang baik dalam keberlangsungan Unram untuk dievaluasi.

Selain itu juga, Sarjan berjanji membangun suasana yang mendukung terjaminnya kebebasan mimbar akademik di kalangan civitas akademika, agar kampus mampu menjadi pengawal demokrasi. Selain itu membangun sikap independesi dan netralitas dalam mengembangkan keilmuan dan dalam interaksi dengan masyarakat sehingga kampus dapat dijadikan kebenaran ilmiah. Selanjutnya   menjadikan kampus sebagai tauladan terbaik dalam penerapan azaz-azaz demokrasi dalam tata kelola kampus yang baik. “Untuk perbaikan akreditas prodi dan fakutlas dari B menjadi A sudah menjadi keharusan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof H Lalu Wiresapta Karyadi menekankan penguatan struktur organisasi dan tata kelola kampus termasuk di dalamnya akreditas prodi dan universitas dari B wajib menjadi A. Menariknya lagi, Sapta menjanjikan pemberian remunerasi yang lebih baik lagi kepada dosen dan juga tenaga kependidikan di Unram. Dengan demikian, motivasi untuk bekerja menjadi lebih baik dan semangat bisa meningkat.

Selain itu, Sapta juga berjanji membuka ruang yang luas bagi mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan minat dan kreativitas mereka. Bahkan, Sapta menargetkan dalam pelaksanaan pimnas, Unram bisa meraih prestasi yang semakin membanggakan dari sekarang ini. “Kami akan melakukan perkuatan dan membentuk lembaga khusus untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa,” kata mantan Ketua umum HMI Cabang Mataram periode 1982-1983 ini.

BACA JUGA :  Tidak Mau Terikat Cita-Cita

Untuk tahapan selanjutnya, Rabu (hari ini, red) anggota senat akan melakuan penjaringan 7 orang calon tersebut menjadi 3 orang. Selanjutnya 3 orang calon tersebut akan dilakukan pemilihan langsung oleh 57 orang senat dan oleh Menteri Ristek dan Dikti untuk menentukan siapa yang akan terpilih memimpin Unram menjadi Rektor periode 2017/2021. (luk)