7 Bulan Meninggal di Arab Saudi, Jenazah Sukardi Baru Dipulangkan

7 Bulan Meninggal di Arab Saudi
JENAZAH: Meninggal sejak bulan April lalu di Riyadh, Arab Saudi, karena berbagai urusan administrasi, baru Kamis kemarin (26/10), jenazah Sukardi Bin Junaidi, dipulangkan ke kampung halaman. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Sukardi Bin Junaidi, asal Desa Beak Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang meninggal dunia di Riyadh, Arab Saudi, pada bulan April 2017 lalu, akhirnya berhasil dipulangkan oleh pemerintah.

Kasi IPK Pelindungan dan Penempatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim, Sadli Bahtiar, menyatakan, tujuh bulan lalu ketika Sukardi meninggal, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, telah menerima laporan dari KBRI Riyadh.

“Pada 29 April 2017, KBRI Riyadh telah menerima surat permintaan pemulangan jenazah almarhum Sukardi dari keluarganya di Indonesia. Namun KBRI  Riyadh belum dapat mengeluarkan surat izin pemulangan jenazah ke Indonesia, Karena belum ada salinan medical record kematian almarhum dari pengguna jasa,” jelas Sadli, Kamis kemarin (26/10).

BACA JUGA :  Tukang AC Tewas Kesetrum Listrik

Baru pada 8 Juni 2017, pihak KBRI Riyadh menerima salinan medical report almarhum Sukardi, yang diterbitkan oleh Rumah Sakit King Abdul Aziz dari pengguna jasa. Pasien disebutkan mengalami tekanan darah yang sangat tinggi, dan menyebabkan pasien dalam kondisi koma total, serta hilangnya fungsi otak. Sehingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 19 April 2017.

“Jadi Sukardi ini meninggal pada tanggal 19 April lalu. Namun baru hari ini (kemarin, red) dipulangkan dari Riyadh, menuju Bandara Cengkareng, untuk selanjutnya terbang ke Lombok,” jelasnya.

Sementara terkait dengan status jenazah yang merupakan pekerja WNI, dan bukan menjadi TKI. Maka pihak perusahaan sudah memberikan sumbangan sebesar SR 28.315 kepada korban. ”Tenaga WNI itu merupakan tenaga yang diambil oleh perusahaan, yang diberikan kelengkapan di tempatnya dia bekerja,” jelasnya.

Selain di Riyadh lanjut Sadli, ada juga TKI meninggal di Taiwan atas nama Samsul Karimullah, dengan alamat Kebon Pijot, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, yang hingga kini juga belum bisa dipulangkan. Karena yang bersangkutan tidak masuk melalui perusahaan (PT) yang ada di Kabupaten Lotim, tetapi masuk melalui Tanjung Priok (Jakarta). “Apakah dia berangkat melalui jalur resmi atau tidak, kita juga belum mengetahui. Demikian pula apakah dia ke Taiwan itu bekerja atau kunjungan, kita akan mencari tau lebih dahulu,” papar Sadli.

Terkait permintaan keluarga yang mencari bantuan ke Pemkab Lotim, dalam hal ini Disnaker Lotim untuk memulangkan jenazah almarhum Samsul Karimullah, tentu pihaknya akan berusaha menolong. Karena bagaimanapun, masyarakat Indonesia, khususnya Lotim yang mendapat permasalahan di luar negeri, tetap harus dilindungi oleh negara.

BACA JUGA :  Peserta Konfrensi Internasional AMSA Ditelantarkan Panitia

“Tentunya hal ini merupakan tanggung jawab Kementerian Luar Negeri. Sehingga nantinya kita akan berkoordinasi dengan Kemenlu. Sehingga jenazahnya dapat dipulangkan,” jelasnya.

Ditegaskan, untuk WNI yang ada di masing-masing negara. Pemerintah sendiri sudah membentuk Tim Satuan Tugas dalam rangka memberikan perlindungan kepada WNI. ”Sesuai dengan permintaan keluarga, nanti kita akan coba respon, dan membantu semaksimal mungkin agar bisa memulangkan jenazah ini,” pungkasnya. (cr-wan)