617 Pelamar CPNS Pemprov NTB Ajukan Sanggahan

illustrasi

MATARAM – Badan Kepegawai Daerah (BKD) Provinsi NTB mencatat sebanyak 617 pelamar CPNS Pemprov NTB yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) atau gugur dalam seleksi administrasi mengajukan sanggahan. Setelah pelamar diberikan kesempatan mengajukan sanggahan selama tiga hari, mulai 4-6 Agustus 2021 lalu.

Menurut keterangan Kabid Informasi Kepegawaian BKD Provinsi NTB, Syamsul Buhari, ada delapan kelompok pelamar yang dinyatakan gugur dalam seleksi administrasi. Mereka inilah yang mengajukan sanggahan ke panitia seleksi pengadaan CPNS 2021. Antara lain, pelamar yang dinyatakan gugur seleksi administrasi karena salah mengunggah pas foto. Kemudian, soal pas foto yang diunggah saat mendaftar tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam pengumuman dari pemda. “Jadi cukup beragam, antara lain foto, surat lamaran, surat pernyataan,” terang Syamsul kepada Radar Lombok, Minggu (8/8).

Meski demikian, Syamsul juga tidak berani memastikan apakah pelamar yang sudah dinyatakan TMS, lalu mengajukan sanggahan akan dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau tidak. Meski kemungkinan bisa dinyatakan MS tapi peluangnya cukup kecil. “Ada kemungkinan tapi hanya kurang dari 15 persen karena tidak dipenuhi syarat utama,’’ katanya.

Seperti diketahui, BKD Provinsi telah mengumumkan jumlah pelamar yang dinyatakan MS atau lulus seleksi administrasi untuk pelamar CPNS tahun 2021 sebanyak 7.763 pelamar dari jumlah yang mendaftar sebanyak 8.964 orang. Maka dari jumlah pelamar yang sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi, selanjutnya berhak mengikut tahapan selanjutnya yakni seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS yang akan dijawalkan pada 25 Agustus sampai 4 Oktober 2021 mendatangmenggunakan computer assisted test (CAT).

BACA JUGA :  Dewan Minta Eksekutif Segera Selesaikan Temuan BPK

Adapapun formasi dari jumlah pelamar yang sudah dinyatakan lulus administrasi yang nanti berhak mengikuti SKD tersebut. Terdiri dari formasi tenaga kesehatan sebanyak 3.071 pelamar dan 4.692 pelamar formasi tenaga teknis. Sementara dalam rekrutmen CPNS 2021 ini, jumlah pelamar yang mendaftar sebanyak 8.964 orang. Terdiri dari formasi tenaga kesehatan sebanyak 3.447 orang dan tenaga teknis 5.517 orang.

Sedangkan jumlah pelamar yang dinyatakan TMS atau tidak lulus administrasi seleksi CPNS sekitar 1.202 orang. Terdiri dari tenaga kesehatan sebanyak 377 orang dan tenaga tehnis sebanyak 825 orang. Sementara bagi pelamar yang tidak lulus seleksi administrasi atau tidak memenuhi syarat (TMS) yang sudah mengajukan sanggahan melalui laman sscn.bkn.go.id dan tidak diperbolehkan memperbaiki dokumen yang telah diunggah.

Kemudian tim pansel penerimaan CPNS akan melakukan verifikasi ulang terhadap sanggahan pelamar. Yang selanjutnya akan diumumkan hasil sanggah pada 15 Agustus 2021. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi setelah keluar pengumuman hasil sanggahan, maka berhak untuk ikut seleksi tahap selanjutnya, yakni tes SKD menggunakan CAT.

Hal tersebut sesuai surat edaran Kepala BKN No. 5587/B-KS.04.01/SD/K/2021 atau akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait dengan pandemi Covid-19 sesuai surat edaran Kepala BKN No.6201/B-KS.04.01/SD/K/2021 tanggal 19 Juli 2021 perihal penyesuaian jadwal tahapan pelaksanaan seleksi calon ASN tahun 2021.

BACA JUGA :  DPR RI Desak Percepat Vaksinasi di NTB

Sebagai informasi, jumlah formasi CPNS Pemprov NTB sebanyak 422 formasi. Dengan rincian, 271 formasi tenaga kesehatan dan 151 formasi tenaga teknis. Dalam pembukaan rekrutmen CPNS Pemprov NTB tahun 2021, setidaknya tercatat 26 formasi yang kosong pelamar sampai penutupan pendaftaran pada Senin (26/7) pukul 24.00 Wita meksi ada perpanjangan waktu yang sebelumnya masa pendaftaran ditutup pada, Rabu (21/7). Di antaranya formasi yang kosong, yakni formasi dokter gigi 2 formasi di RS Manambai jumlah pelamar hanya satu orang, satu formasi dokter spesialis anak di RS Manambai dan satu formasi dokter spesialis mata di RS Mata NTB, dua formasi Saniteria di RSJ NTB dua pelamar tapi tidak ditanyakan TMS.

Selanjutnya, formasi penata anastesi sebanyak satu formasi di RSUD NTB, tiga formasi perekam medis di RS Manambai, satu formasi Sumber Daya Manusia Aparatur di Dinas Kelautan dan Perikanan satu pelamar tapi dinyatakan TMS. Kemudian, Tujuh formasi arsiparis di UPTD Balai Kesehatan, Diskop UKM, Dinas LHK, Disnakeswan, RSUD NTB, dan Sekretariat DPRD.

Selain itu, satu formasi perencana untuk penyandang disabilitas di BPKAD NTB, tujuh formasi arsiparis di Biro PBJ, Badan Penghubung, DPMPD Dukcapil, Dinas Perhubungan, Dinas Perkim, RS Manambai dan RSUD NTB. Dua formasi penyuluh kehutanan di Dinas LHK, dua formasi polisi kehutanan di Dinas LHK, dan satu formasi pranata SDM untuk penyandang disabilitas di BKD NTB.  (sal)