60 Kepsek di Loteng Dilantik, Banyak Guru Dapat Promosi

DILANTIK: Puluhan Kepsek tingkat SMP saat dilantik di Pendopo Bupati Lombok Tengah, Kamis (23/6). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengangkat dan melantik 60 kepala sekolah (kepsek) untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dari 60 kepsek yang dilantik ini, tampak banyak mendominasi wajah baru yakni guru biasa yang mendapat promosi menjadi kepsek. Dengan banyaknya guru yang menjadi kepsek sekaligus membuat kepsek sebelumnya kembali turun menjadi guru.

Lalu Pathul Bahri menyampaikan, pengangkatan dan pengambilan sumpah kepala SMP ini diharapkan menjadi spirit baru bagi mereka untuk menjalankan kepemimpinan di lingkungan sekolah masing-masing. Sebagai pemimpin, hendaknya memikiki pola pikir yang besar untuk menjadikan sekolah yang dipimpin selalu menjadi lebih baik. “Perkuat soliditas dan solidaritas internal. Pecahkan setiap masalah yang muncul dengan melibatkan seluruh sumber daya yang dimiliki, ciptakan suasana yang kondusif agar para guru selalu fokus dan nyaman dalam menjalankan tugas mengajar di sekolah,” ungkap Lalu Pathul Bahri saat memberikan sambutan usai pelantikan di pendopo bupati, Kamis (23/6).

Pihaknya meminta kepada para kepsek untuk selalu mendorong semua SDM yang dipimpin agar selalu mampu melakukan terobosan dan inovasi yang dapat mengungkit prestasi para siswa. Para kepsek diharapkan menjadi motivator yang dapat menggerakan semua unsur di sekolah yang dipimpin. “Sehingga setiap hari sekolah selalu diliputi suasana yang penuh semangat, dan yang paling penting adalah para kepsek harus bisa mengayomi dan menjadi teladan bagi lingkungannya,” terangnya.

BACA JUGA :  Komnas HAM Akomodir Tuntutan Warga Lingkar BIL

Pathul mengaku, dunia pendidikan telah jauh berubah dari masa-masa pendidikan di era sebelumnya. Terlebih pandemi Covid-19 yang telah lalu menghadirkan suasana baru bagi kehidupan dalam seluruh aspek, tidak terkecuali kehidupan dalam dunia pendidikan. “Saat ini hampir seluruh aktivitas kita mengadopsi tren perkembangan teknologi informasi. Ruang belajar menjadi lebih dinamis. Jika dulu belajar lebih identik dengan ruang kelas, saat ini ruang belajar telah tersedia dalam dunia maya. Bahkan tidak lama lagi ruang belajar telah tersedia dalam dunia digital yang dikenal dengan metaverse,” tambahnya.

Hal ini membutuhkan adaptasi yang cepat agar semua pihak dapat mengimbangi arus perubahan yang terjadi. Namun jika pendidikan hanya berbicara proses transfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa, maka google bisa melakukannya dengan mudah bahkan lebih pintar dari manusia. “Jika pendidikan hanya kita anggap hanya sebagai sebuah roses memberikan pemahaman siswa tentang rumus dan teori, dalam hitungan detik google dapat memecahkan rumus dan teori tersebut. Maka pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, mengajarkan cara memecahkan masalah berdasarkan pendekatan rumus dan teori semata,” terangnya.

BACA JUGA :  758 PPPK di Loteng Terima SK Pengangkatan

Lebih dari itu, pendidikan adalah suatu proses transfer nilai, transfer moral, akhlak dan budi pekerti kepada setiap siswa. Hal demikian tidak bisa dilakukan oleh mesin dan hanya bisa dilakukan oleh para guru. Karena hanya guru yang bisa memberikan sentuhan nilai, moral dan ahlak serta budi pekerti. “Maka saya tegaskan kepada segenap kepsek agar dapat menjadikan setiap guru yang ada di sekolah masing-masing, mampu menjadi suri tauladan terbaik bagi segenap siswa-siswanya. Jadikanlah sekolah menjadi tempat terindah bagi setiap murid. Berikan sentuhan terbaik bagi mereka,” serunya.

Pathul menambahkan hal ini tentu dilakukan dengan ketulusan, jangan sampai guru- guru habis waktunya oleh perkara-perkara yang sifatnya administrasi untuk keperluan sertifikasi. Sehingga dinas pendidikan juga harus membuat terobosan yang lebih mudah bagi setiap guru dalam mengurus keperluan mereka. “Berikan pelayanan yang cepat dan mudah bagi setiap guru yang mengurus sertifikasi, hingga yang mengurus kenaikan golongan dan pangkat mereka,” terangnya. (met)