525 Warga NTB Terkena DBD

ILUSTRASI DBD
ILUSTRASI DBD

MATARAM – Jumlah  warga yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah.

Saat ini sebanyak 525 masyarakat NTB telah terjangkit DBD. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi, tingginya angka penderita DBD yang ditemukan pada tahun 2017 ini, disebabkan wilayah NTB masih diguyur hujan. “Cuaca sampai Februari kan ekstrem tahun ini,” ujarnya kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (2/3).

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk meminimalisir berkembangnya DBD masih rendah. Kondisi tersebut membuat masyarakat rentan terkena DBD. Apalagi hujan yang masih sering turun mengakibatkan banyaknya genangan-genangan air.

Peningkatan angka penderita DBD cukup signifikan di NTB. Pada akhir Januari 2017, jumlah penderitanya menyentuh angka 264 kasus. Sedangkan saat ini sudah mencapai 525 kasus yang ditemukan oleh dinas kesehatan (Dikes). “Februari dan Maret memang biasanya puncak DBD,” imbuh Eka.

[postingan number=3 tag=”dbd”]

Berdasarkan data yang dimiliki Eka, jumlah penderita DBD yang paling banyak berada di Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan yang kedua di Kota Mataram, barulah setelah itu kabupaten Sumbawa. Eka sendiri tidak menyampaikan secara detail data DBD per kabupaten/kota.

Meski angkanya cukup tinggi saat ini, Eka yakin tahun 2017 tidak akan separah tahun 2016 lalu. Hal itu disebabkan cuaca yang berbeda antara tahun ini dan tahun lalu. “Kalau untuk tahun ini, belum ada yang meninggal dunia,” ucapnya.

Berbeda dengan tahun 2016 lalu, jumlah kasus yang ditemukan mencapai 3 ribu kasus. Jumlah korban meninggal dunia saja mencapai 27 orang. Hal tersebut disebabkan siklus 5 tahunan yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

Untuk saat ini, meski Kota Mataram bukan menjadi yang tertinggi, namun secra prevalensi, penyakit DBD tertinggi ebrada di Kota Mataram.  ''Prevalensi itu adalah perhitungan penyakit dibandingkan penduduk. Jadi walaupun Mataram jumlah pasien lebih sedikit dibanding Lombok Timur, tetapi karena penduduknya lebih sedikit prevalensi penyakitnya jadi lebih tinggi,” terang Eka.

Cara yang paling efektif meminimalisir penyebaran DBD yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Masyarakat bisa melakukan Jum’at bersih, untuk memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk.

PSN sendiri bisa dilakukan dengan 3M. Mulai dari menguras, yaitu membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi dan ember air serta tempat penampungan air minum. M yang kedua yaitu menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi dan toren air. “Saya tidak akan bosan-bosan bilang ingat 3M,” ujarnya.

Selanjutnya M yang ketiga, yaitu memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Apabila 3M telah dilakukan, maka masyarakat dipastikan bsia terhindar dari DBD.

Dikatakan Eka, masyarakat juga harus memahami dengan baik masalah DBD. Tidak perlu khawatir untuk langsung periksa ke dokter jika ada keluarganya yang terindikasi DBD. Gejala awal DBD antara lain demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung.

Lebih lanjut dijelaskan, bagi yang telah terkena DBD terkadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan. Apabila dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan bisa menimbulkan kematian. Terutama bagi yang terkena gigitan untuk kedua kalinya, bisa mengancam nyawa penderitanya.

Terpisah, anggota DPRD NTB dari Fraksi Bintang Restorasi, Hj Suryahartin menilai, sosialisasi dari dinas kesehatan sangat penting. Masyarakat harus bisa memahami dengan baik tentang DBD dan cara penanggulangannya. “Sosialisasi itu penting, biar tidak banyak jatuh korban,” ucapnya.

Menurut Suryahartin, tingginya angka kematian akibat DBD tahun lalu harus bisa dijadikan pelajaran berharga. Jangan sampai hal serupa terulang kembali. Bila perlu masyarakat NTB bisa terbebas dari DBD yang selalu menyerang setiap tahun. “Jangan sampai deh ada puluhan korban lagi meninggal dunia,” ujarnya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid