52 Barang Bukti Dikembalikan kepada Pemilik

PENGEMBALIAN: Polresta Mataram mengembalikan barang hasil kejahatan kepada pemilik di gedung Wira Pratama Polresta Mataram, Kamis (27/7).(ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Satreskrim Polresta Mataram mengembalikan 52 barang bukti hasil curian kepada pemiliknya. Terdiri dari 21 HP, 20 sepeda motor, 3 mobil, 3 laptop dan 5 helm. “Pengembalian barang bukti ini, yang keempat kalinya kita lakukan selama 2023,” terang Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa, Kamis (27/7).

Barang bukti yang dikembalikan hasil ungkap kasus Juni-Juli 2023 yang dilakukan Satreskrim Polresta Mataram dan polsek jajaran. Rinciannya, 2 barang bukti dari Polsek Sandubaya, 2 dari Polsek Lingsar, 2 dari Polsek Narmada, 21 dari Unit Jatanras Satreskrim Polresta Mataram, 5 dari Polsek Ampenan; 2 dari Polsek Selaparang; 18 dari Unit Ranmor Satreskrim Polresta Mataram. Sedangkan Polsek Gunungsari dan Mataram nihil.

“Terima kasih kepada polsek jajaran yang telah bahu-membahu,” ucapnya.
Adapun kasus yang diungkap bukan hanya hasil curian. Melainkan juga barang bukti dari hasil penipuan dan penggelapan. Sebelumnya, pengembalian barang bukti hasil kejatahan ke para korban dilakukan pada Februari sebanyak 32 unit.

Rinciannya 8 motor, 23 HP dan 1 sepeda. Kemudian Maret, 25 barang bukti dengan rincian 12 motor, 12 HP dan 1 roda tiga. Sedangkan pada Mei, 27 barang bukti, dengan rincian 14 motor, 4 mobil, 9 HP dan 10 laptop.

“Kita kembalikan barang bukti itu sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi polri,” katanya.
Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama menambahkan, pada periode Juni-Juli, Polresta Mataram dan jajaran mengungkap sebanyak 89 kasus. “37 kasus berlanjut ke tahap penyidikan dan 52 kasus lainnya diselesaikan secara restorative justice (RJ),” ucap Yogi.

Kasus yang berlanjut ke tahap penyidikan, dilihat dari modus operandi serta status pelaku yang sudah melakukan tindak pidana berulang atau residivis.

Sementara penerapan RJ yang dilakukan penyidik sudah memenuhi SOP sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. “Syarat menerapkan RJ itu tidak sembarangan. Jadi perlu ada kesepakatan damai antara korban dan pelaku. Tidak pernah dihukum sebelumnya atau residivis,” jelas dia.

Yogi mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap barang miliknya. Terlebih lagi kendaraan, disarankan untuk dikunci ganda. “Dengan begitu, paling tidak memperlambat pergerakan para pelaku,” sarannya. (sid)

Komentar Anda