51 Paket Proyek Belum Masuk Tender

MATARAM-Sebanyak 59 paket proyek di Pemerintah Kota Mataram belum masuk tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian Administrasi Pengawasan dan Pengendalian Kota Mataram.

Tahun anggaran 2016 sudah memasuki triwulan kedua atau masuk pertengahan tahun, namun dari 82 paket proyek yang ada, baru 21 paket yang sudah selesai  proses tender. Sisanya sebanyak 59 paket masih dalam proses alias belum jelas kapan tendernya.

Pelaksana tugas (Plt) Kabag APP Kota Mataram M. Suriadi mengatakan 82 paket proyek tersebut bernilai Rp 149.286 miliar. Paket proyek yang sudah ditender sebanyak 21 paket dengan nilai Rp 38.893 miliar. “ Baru 21 paket yang sudah ditender,” ungkap Suriadi saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

BACA JUGA :  Landscape DPPKAD Dituding Proyek Siluman

Namun dari 21 paket yang sudah ditender, terdapat 2 unit proyek belum ditayangkan.  Keseluruhan berada di Dinas PU 15 paket serta 3 paket berada di Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan. Sisanya ada di Diskoprindag Kota Mataram.

51 paket proyek yang belum ditender ini ada di Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas  PU, Disperindag, Dinas Kesehatan, Dinas  Pertanian Kelautan dan Perikanan dan Dikpora. Alasan SKPD belum mengajukan tender lantaran masing-masing masih melakukan penyusunan rencana anggaran. Karena beberapa proyek yang akan ditender berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang kena pengembalian 10 persen ke pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Mataram Water Park, Proyek Gagal Pemkot Mataram

Disatu sisi untuk menutupinya, para SKPD juga membutuhkan penyesuaian dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

Ia menyampaikan, untuk proyek-proyek yang sudah tender sudah tidak bisa dilakukan pengurangan biaya. Yang bisa dilakukan pengurangan yakni proyek yang belum ditender. Salah satu paket proyek yang terpaksa dibatalkan yakni pengadaan alat kesehatan USG di RSUD Kota Mataram senilai Rp 5 Miliar. Ketika dilakukan perencaan speknya sudah jadi dan jelas, tetapi karena  ada pengurangan speknya  tidak terpenuhi sehingga dibatalkan karena harus menyesuaikan anggaran pengadaan.

Agar tidak terjadi keterlambatan pengerjaan proyek pada akhir tahun, APP sudah bersurat ke semua SKPD untuk secepatnya mengajukan paket lelang proyek.(ami)