50 Tikar dan Karpet Masjid di Selebung Diduga Dibakar

OLAH TKP: Petugas dari Polsek Batukliang saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di masjid yang berada di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Sabtu (29/1/2022). (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA–Warga Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah dihebohkan dengan kasus dugaan pembakaran tikar dan karpet di Masjid Nurul Hasanah yang berada di Dusun Tojong-Ojong Tengak Desa setempat.

Akibatnya sekitar 50 tikar dan karpet hangus terbakar. Aparat kepolisian juga sudah turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap dalang dari pembakaran itu.

Kepala Desa Selebung, Agus Kusuma Hadi ketika dikonfirmasi membenarkan telah terjadi pembakaran tikar di Masjid Nurul Hasanah Tojong-Ojong Tengak. Pihaknya berharap agar aparat segera mengungkap siapa pelaku pembakaran itu.

BACA JUGA :  Tabrak Truk di Batukliang, Warga Terara Tewas di Tempat

“Kejadian ini sedang dalam penyelidikan Tim Polres Lombok Tengah. Mohon doa kita semua agar kejadian ini bisa segera diungkap dan pelaku segera diproses secara hukum,” ungkap Agus Kusuma Hadi kepada Radar Lombok, Sabtu kemarin (29/1)

Akibat dari kejadian itu, kerugian berupa terbakarnya 50 tikar dan karpet. Sementara bangunan masjid hanya hitam sebagian akibat dari asap pembakaran. Masyarakat sendiri masih kondusif dan tidak terprovokasi dengan adanya kejadian ini. “Kejadian tadi malam (29/1/2022) sekitar jam 3 pagi. Saya perkirakan sengaja dibakar, karena sebelum dibakar, semua tikar dikumpulkan di pojok barat mimbar masjid,” terangnya.

BACA JUGA :  Ditabrak dari Belakang, Pengendara Motor Meninggal, Pengemudi Mobil Kabur

Ketika ditanya apakah sebelum kejadian ada kecurigaan, pihaknya mengakui memang sudah ada kecurigaan. Namun ia enggan membeberkan terlalu jauh kecurigaannya itu, karena masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Batukliang, IPTU I Gede Gisiyasa ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Hanya saja masih belum bisa menjelaskan detail, karena masih dilakukan pendalaman untuk mengusut permasalahan itu. (met)