50 Miliar untuk Lahan Bendungan Dasan Griye

GIRI MENANG – Pemkab Lombok Barat tahun depan harus menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 miliar lebih untuk biaya pembebasan lahan seluas 110 hektar di Desa Dasan Geriye Kecamatan Lingsar sebagai lokasi pembangunan mega proyek bendungan. Bendungan ini punya luas genangan 54,98 hektar, dengan luas sabuk hijau kurang lebih 36,19 hektar, dan ketinggian / kedalaman bendungan 78 meter. Bendungan ini untuk memenuhi kebutuhan air di Pulau Lombok.“ Nanti kita akan harga sesuai apraisal. Yang jelas persiapan kita Rp 50 miliar lebih. Tapi biasanya ada sharing anggaran dengan Pemprov. Bahkan kita juga harapkan ada bantuan pusat juga,” ungkap Bupati H. Fauzan Khalid kepada Radar Lombok belum lama ini.

Anggaran Rp 50 miliar tersebut merupakan asumsi awal. Jika misalnya nanti harga tanah mencapai Rp 10 juta per are, dengan luas 110 hektar, maka dana yang dibutuhkan untuk pembebasan akan mencapai Rp 100 miliar. Pemkab akan mengusahakan pembebasan dilakukan mulai tahun depan. Pusat sendiri hanya menyiapkan anggaran pembangunan bendungan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat akan membangun bendungan. Pengerjaannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai. Lokasi bendungan berada di Desa Dasan Griye Kecamatan Lingsar. Luas genangan kurang lebih 54,98 hektar, luas sabuk hijau kurang lebih 36,19 hektar, dan ketinggian / kedalaman bendungan sepanjang 78 meter. Rencananya, mega proyek ini akan memakai lahan perkebunan warga puluhan hektar.” Memang benar di desa kami akan dibangun bendungan berskala besar dan megah yang akan menggerus perkebunan warga,” ungkap Plt Kades Dasan Griye, Mawardi, secara terpisah.

Ia menyebut pembangunan dimulai dari proses pembebasan lahan, serta dimulai pada tahun ini. Pemprov telah turun melakukan sosialisasi ke warga, terutama warga yang tanahnya kena pembebasan. Tercatat ada 17 Kepala Keluarga (KK) yang lahannya kena pembebasan. Saat ini pula tengah dilakukan analisis dampak lingkungan (AMDAL).”Ada sekitar 17 KK yang tanahnya kena (pembebasan)” jelasnya.

Pemerintah desa menyambut pembangunan bendungan ini. Meski ada lahan warga yang kena pembebasan, namun manfaatnya besar sekali. Misalnya, di lokasi bendungan akan dibangun pusat wisata yang pengelolaannya oleh warga sekitar. Belum lagi manfaat utama yakni pengairan sawah. Bendungan ini akan mendongkrak ekonomi masyarakat.

Dari hasil sosialisasi, bendungan akan berguna untuk suplai air irigasi, bahan baku air minum,  serta untuk energi listrik tenaga air. “ Ya kami setuju walaupun ada dampak negatifnya,” pungkas Plt Kades.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid