5 Gaya Hidup Jadi Pemicu Nyeri Tulang Belakang
5 Gaya Hidup Jadi Pemicu Nyeri Tulang Belakang

NYERI tulang belakang bisa terjadi pada siapa saja. Namun umumnya rata-rata dialami karena usia atau penuaan. Biasanya mereka yang terkena usia 41-60 tahun.

Di antara ruas tulang belakang, terselip jaringan lunak yang disebut diskus intervertebra atau diskus spinal. Fungsinya sebagai peredam kejut dan menjaga fleksibilitas tulang belakang untuk memudahkan semua gerakan tubuh.

Inti diskus vertebra, teksturnya lebih lembut dibandingkan sisi bagian luar (anulus), yang berfungsi melindungi inti diskus yang berupa gel yang dalam istilah kedokteran disebut nucleus pulposus.

BACA JUGA : Mau Diet ? Berikut Tips Menghentikan Rasa Lapar

Diskus invertebra, saat masih anak-anak memiliki cairan yang cukup banyak dan fleksibel menopang ruas-ruas tulang belakang. Seiring dengan bertambahnya usia, bagian dari proses penuaan, cairan diskus mengalami penurunan. Dampaknya anulus menjadi lebih keras dan gampang pecah.

Dipicu aktivitas fisik berlebih atau trauma, diskus vertebra dapat mengalami kerusakan, berupa herniasi (tonjolan tak normal) sehingga disebut herniasi diskus vertebralis. Kondisi ini akan mengganggu saraf di sekitar tulang belakang, menimbulkan sensasi nyeri, baal atau kelemahan pada bagian lengan atau tungkai.

“Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi nyeri tulang belakang. Bahkan saat ini disebabkan karena gaya hidup,” kata pakar nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Onta Merah, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, Selasa lalu (12/9).

Mahdian menyebutkan beberapa faktor penyebab nyeri tulang belakang akibat gaya hidup. Di antaranya bahkan bisa dialami anak-anak. Berikut 5 gaya hidup jadi pemicu nyeri tulang belakang :

Kembali

1. Tas Berat

Zaman sekarang, anak-anak sekolah sering sekali membawa buku sekolah dalam jumlah banyak di dalam tas mereka. Hal itu ternyata bisa mempengaruhi nyeri tulang belakang. “Penyakit anak-anak sekolah saat ini bawa beban banyak. Mata pelajaran seminggu dibawa semuanya. Hal itu bisa menyebabkan tulang belakang beban berlebih,” kata Mahdian.

Kembali