48 Toko di Eks Pertokoan Pancor Dirobohkan

RATA: Sebagian besar bangunan di simpang empat Pancor yang akan dijadikan RTP telah rata dengan tanah kemarin. (M. Gazali/RADAR LOMBOK)

SELONG –  Proses pembongkaran toko yang berjejer di simpang empat Pancor masih berlangsung. Sebagian besar telah rata dengan tanah. Sebanyak 48 toko  yang  dirobohkan  oleh Pemkab Lotim di lahan yang akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Publik (RTP).

Desain  kawasan simpang empat Pancor yang dijadikan ruang terbuka publik ini dibuat oleh Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.  Sumber anggaran berasal dari pemerintah pusat melalui program “Kotaku”. Selain akan ada juga ada tambahan dari anggaran Pemkab Lotim yang akan dialokasikan di APBD Perubahan mendatang.” Total keseluruhan toko yang dibongkar baik itu sebelah utara, selatan dan tengah sebanyak 48 toko,” kata Kepala Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lotim Hj. Baiq  Miftahul Wasli kemarin.

Dari 48 toko yang dibongkar itu sekitar dua toko masih memiliki izin Hak Guna Bangunan (HGB) sampai 2023 mendatang. Tapi semuanya telah diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Dua toko yang masih memiliki HGB tersebut akan direlokasi ke tempat baru. Sedangkan yang lainnya izin HGB nya sudah berakhir sejak beberapa tahun lalu.

BACA JUGA :  Tuntutan Honorer K2 akan Disampaikan ke Pusat

Lebih lanjut penataan kawasan itu akan dilakukan secara bertahap. Di tahap awal  pengerjaan akan dimulai dari kawasan tengah sesuai desain yang ada.  Pembangunan RTP ini direncanakan  tuntas selama dua tahun kedepan.

Sebelumnya Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy mengatakan di tempat ini nantinya  dibangun  berbagai fasilitas. Seperti taman yang akan dipadukan dengan pohon yang rindang, bunga termasuk juga  lapak para pedagang yang tertata rapi. Keberadaan RTP ini akan menjadi ikon wisata religi yang akan terkoneksi langsung dengan makam pahlawan nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang sebelumnya telah dijadikan sebagai  tempat wisata religi.” Nantinya di sepanjang jalan itu akan ada berbagai jenis jualan. Mulai dari jualan sajadah, tasbih, kurma dan banyak lainnya. Sepanjang jalan itu yang akan dijual barang- barang bernuansa Islami.  Itulah yang disebut wisata religi,” kata Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy kemarin.

BACA JUGA :  Warga Kesal Jalan tak Kunjung Diperbaiki

Ia menambahkan, setelah selesai berziarah ke makam Maulana Syaikh  pengunjung akan dijajakan barang dagangan bernuansa islami.”Di sana nantinya pengunjung akan bisa menikmati beraneka kuliner. Semua itu akan bisa dijadikan buah tangan untuk dibawa pulang ketika datang berkunjung. Itulah tujuan utamanya,” ungkap Sukiman.

Selain dianggarkan pusat, di APBD Perubahan mendatang Pemkab Lotim juga akan menyiapkan anggaran tambahan untuk memaksimalkan pembangunan ruang terbuka publik tersebut.”Anggaran dari pusat kalau tidak salah sekitar Rp 3,5 miliar. Nanti kita akan tambah dari APBD perubahan sekitar Rp 2 miliar,” janji Sukiman. (lie)