44 Kelurahan belum Miliki RDTR

RDTR : Peta pola RDTR Kelurahan Karang Taliwang yang telah dipasang di depan Kantor Lurah Karang Taliwang belum lama ini (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Sebagian besar kelurahan di Kota Mataram belum memiliki Rencana Detail Tata Ruang sebagai turunan dari Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Ini terkendala oleh mahalnya pembuatan RDTR.

Kepala Dinas Tata Kota Mataram HL. Junaidi mengatakan, sampai saat ini hanya beberapa kelurahan yang sudah memiliki RDTR seperti Kelurahan Karang Taliwang, Monjok Timur, Cilinaya, Cakra Barat, Mataram Timur dan Pejanggik. Sedangkan yang belum ada 44 kelurahan. Semua masih dalam proses perencanaan. Ditargetkan pada tahun 2017 mendatang sudah tuntas semuanya. Ia menyampaikan hal ini kepada Radar Lombok, Sabtu (8/10).

Dengan adanya RDTR kata Junaidi, penindakan atas pelanggaran tata ruang bisa semakin mudah. Apalagi  perkembangan pembangunan di Kota Mataram yang semakin meningkat. Sehingga  tata ruang harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Mataram. Junaidi juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang melakukan review atau meninjau kembali Perda nomor 12 tahun 2011 tentang RTRW tersebut untuk menyesuaikannya dengan kondisi aktual saat ini. “ Jadi sudah tidak bisa asal dibangun. Semuanya akan diatur di RDTR. Kalau memungkinkan untuk dibangun atau masuk investasi di wilayah A, maka bisa. Kalau tidak, yah tidak bisa dipaksakan,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska meminta Pemkot segera menuntaskan usulan terutama untuk revisi Perda RTRW nomor 12 tahun 2011. Sampai saat ini eksekutif masih lamban. Apalagi perkembangan pembangunan semakin pesat.

Untuk penindakan kata Wiska, memang dibutuhkan aturan lebih ketat melalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “ Kita minta juga penyusunan ini dituntaskan segera. Sehingga zona pembangunan di Kota Mataram semakin tertata rapi dan tidak sembarang membangun,” ungkapnya.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid