44.965 Guru Anggota PGRI Belum Disertifikasi

PIDATO: Walikota Mataram, H Ahyar Abduh, saat pidato di depan ratusan pengurus PGRI se-NTB (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM –Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-71 menjadi momentum special bagi Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Ia mengundang seluruh pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Nusa Tenggara Barat di Pendopo Walikota Mataram, Sabtu petang (26/11).

Undangan tersebut untuk bersilaturahmi dalam acara ramah tamah yang dikemas dalam perjamuan makan malam. Selain dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PGRI se-NTB, silaturahmi dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi serta seluruh jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kepala sekolah lingkup Kota Mataram.

Ketua PGRI NTB, H. Ali Rahim dalam sambutannya mengatakan, pendidikan di Kota Mataram tolak ukur bagi kabupaten kota yang lain.

Ia menilai, pendidikan di Kota Mataram  relatif berhasil. Keberhasilan ini tidak lepas dari campur tangan kepemimpinan Ahyar Abduh sebagai walikota Mataram.

Ia pun menegaskan, semua pihak hendaknya bisa bersinergi dengan semua komponen pendikan. Lontaran ini disampaikan demi kemajuan pendidikan di daerah.

Sebagai catatan, jelasnya, guru di NTB yang bernaung di PGRI berjumlah 73.661 orang.  44.965 orang diantaranya belum disertifikasi. Namun begitu, semuanya secara administrasi sudah terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Mereka tidak bisa ikut sertifikasi karena belum ada landasan di kabupaten kota yang belum memberikan surat keputusan,” ungkapnya.

Pada intinya lanjut mantan guru matematika ini, sebenarnya guru bukan menuntut gaji atau diangkat menjadi PNS. Yang paling diharapkan adalah kesempatan untuk ikut sertifikasi. Dengan begitu, diharapkan semua guru berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi yang disiapkan oleh APBN.

Dikatakan, silaturahmi semacam ini menjadi satu ikhitar PGRI untuk mengkomunikasikan hajat PGRI NTB bagi anggotanya. “Ini namanya ikhtiar, berjuang dan berdoa. Tidak hanya dengan hati, tapi juga sepenuh hati. Seperti ketika guru datang ke sekolah, juga harus dengan hati dan sepenuh hati karena akan berhadapan dengan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh menyatakan, sosok guru adalah ujung tombak dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM). Sebagai bagian yang sangat penting dalam memajukan daerah, Ahyar berharap agar para guru tetap menjaga semangatnya memberikan pengabdian terbaik. Permintaan ini disampaikan untuk meningkatkan SDM di NTB masih membutuhkan kerja keras dari semua pihak, termasuk dari guru sebagai pendidik yang ikut menentukan kualitas SDM di NTB di masa depan.

Dari tiga skala prioritas Kota Mataram, yang pertama adalah peningkatan kualitas SDM. Karena itu dirinya selalu mengikuti dinamika, gerak dan langkah yang terkait dengan pendidikan dan juga para pendidiknya, serta selalu membuka diri untuk mencoba mencarikan solusi terbaik. “Urusan pendidikan di Kota Mataram adalah urusan wajib, pertama, utama dan super,” tegasnya.

Terkait dengan harapan yang disampaikan Ketua PGRI NTB dalam hal sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Ahyar akan segera meminta kepada Sekretaris Daerah dan kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram untuk mencari perbandingan dengan daerah lain di Indonesia yang telah memiliki regulasi mengenai sertifikasi. Sehingga pada bulan Desember mendatang sudah ada contoh dari daerah yang telah memiliki Perda Sertifikasi untuk dipelajari sebagai dasar hukum Walikota dalam menerbitkan SK. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid