42 Pelaku Usaha Wisata NTB Siapkan Diskon Besar-Besaran

Lombok Sumbawa Great Sale Travel Fair 2018

Lombok Sumbawa Great Sale Travel Fair 2018
TRAVEL FAIR: Sekda NTB, H. Rosyadi Sayuti, dan GM PT Angkasa Pura I LIA, Gusti Ngurah Ardita, didampingi Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, Ketua INCCA NTB, serta Ketua PUTRI NTB, memukul gendang beleq sebagai tanda dibukanya LSGS Travel Fair, Sabtu (10/2). (DEVI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Sebagai rangkaian kegiatan Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) yang telah dibuka sejak 28 Januari 2018 lalu di Transmart Mataram, dan rencananya akan berakhir pada 28 Februari 2018 mendatang. Dinas Pariwisata (Dispar) NTB kembali menggelar LSGS Travel Fair, yang berlangsung selama dua hari, 10-11 Februari, bertempat di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram.

“Lombok Sumbawa Great Sale Travel Fair ini diikuti 42 pelaku usaha wisata di NTB, mulai dari perhotelan (resort dan city), travel agent, pusat oleh-oleh, hingga dua maskapai penerbangan, yakni Garuda Indonesia dan Air Asia. Kali ini, para pelaku usaha wisata ini menyediakan diskon besar-besaran untuk produk-produknya,” kata Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, dalam laporan pembukaan, Sabtu lalu (10/2).

Menurut Faozal, keikutsertaan para pelaku usaha wisata, dan kegiatan LSGS Travel Fair juga dilaksanakan di dalam daerah. Agar masyarakat NTB juga ikut merasakan dampak dari program LSGS, yang banyak menyediakan diskon atau potongan harga produk-produk wisata.

“Harapan kami tidak hanya para wisatawan luar daerah atau mancanegara saja yang bisa menikmati diskon besar-besaran produk wisata seperti harga kamar, paket wisata, kuliner, kerajinan khas NTB, dan lainnya, yang bahkan potongan harganya sampai 60 persen. Tetapi masyarakat NTB sendiri juga bisa memanfaatkan momen yang hanya berlangsung selama sebulan ini,” harap Faozal.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Rosyadi Sayuti, dalam arahannya menyampaikan, bahwa apa yang telah diraih NTB saat ini, dimana kepopuleran pariwisatanya telah mendunia. Hendaknya terus gencar dipromosikan, baik di dalam daerah, keluar daerah, hingga keluar negeri sekalipun.

BACA JUGA :  Pendaki Rinjani Luar Negeri Meningkat

“Produk-produk besar dunia (disebut salah satu produk populer), meskipun sudah sangat terkenal saja, masih tetap beriklan di media, baik cetak maupun elektronik. Karena mereka sadar, begitu produknya tidak lagi diiklankan, maka produk lain yang sejenis akan menyalipnya. Demikian pula pariwisata NTB, meskipun saat ini sudah populer, tetap harus dipromosikan dengan gencar,” pinta Rosyadi.

Promosi pariwisata NTB sambung Sekda, tidak hanya dilakukan oleh stake holder pariwisata saja, tetapi juga harus melibatkan banyak pihak. “Seperti IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) NTB, yang sekarang saya lihat anggotanya banyak hadir di acara ini misalnya. Mereka perlu dilibatkan. Apalagi mobilitas para anggota IWAPI NTB sangat tinggi, hampir seluruh Indonesia, bahkan keluar negeri. Kalau di setiap acara mereka bicara soal pariwisata NTB, maka akan memberikan dampak yang cukup besar. Jika IWAPI dan Dispar NTB mau MoU (kerjasama) promosi wisata, nanti saya, Sekda yang akan fasilitasi,” janji Rosyadi.

Terkait kegiatan LSGS Travel Fair, Sekda sangat mengapresiasi, bahkan menyarankan untuk kegiatan LSGS tidak hanya berlangsung selama sebulan saja (28 Januari – 28 Februari), tetapi diperpanjang hingga bulan Maret 2018 mendatang.

“Saran saya, pelaksanaan Lombok Sumbawa Great Sale diperpanjang sampai bulan Maret. Ini supaya produk-produk murah yang dijual para pelaku usaha wisata dapat semakin banyak dinikmati para wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, termasuk masyarakat NTB sendiri tentunya. Karena sekarang ini, belanja wisata bagi masyarakat trennya semakin tinggi. Sehingga kalau ada program-program diskon wisata seperti ini, masyarakat biasanya sangat antusias,” pungkas Rosyadi. (cr-dev)