416 Nakes Positif, dr Asri Meninggal Status Probable

BANYAK: Jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB cukup banyak. (ist)

MATARAM–Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) membuat daftar jumlah dokter yang meninggal akibat pandemi COVID-19.

Data yang dihimpun dari seluruh daerah di Indonesia itu, diantaranya satu orang dokter dari NTB. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram dr Rohadi membenarnya adanya satu orang dokter dari Mataram yang meninggal. “Ya benar memang dokternya sudah meninggal. Sudah lama kasusnya meton (saudara),”ungkapnya saat dikonfirmasi radarlombok.co.id Sabtu (12/9/2020).

dr Asriningrum dokter yang meninggal ini berprofesi sebagai dokter spesialis paru. Penyebab meninggalnya karena sakit. “Ya orang sakit sih. Kan nakes (tenaga kesehatan) yang meninggal di Mataram, ada perawat, ada bidan, sama dokter satu meninggal yang istilahnya itu berhubungan dengan Covid-19 itu lho probable,”ungkapnya.

Namun dr Rohadi menegaskan, bawah dokter yang meninggal tersebut, tidak terkonfirmasi positif tetapi secara klinis mengarah ke Covid-19.
“Jadi yang berhubungan dengan penyakit Covid tidak selalu hasilnya positif. Probable istilahnya. e side (kamu) tanya aja nanti ketua Perhimpunan Paru Indonesia tak kasi nomornya ya. Kalau saya dokter bedah saraf nanti ndak begitu informasinya. hubungi aja dokter Selamet ya,”sambungnya seraya menutup percakapan.

Kasus probable sendiri adalah orang yang masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat,gagal napas atau meninggal dunia tapi belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan dirinya positif Covid-19. Untuk memastikan atau mengonfirmasi kasus Covid-19,seseorang perlu menjalani pengambilan sampel dahak atau swab tenggorokan.

Terpisah Ketua Perhimpunan Paru Indonesia, dr Selamat yang dikonfirmasi belum didapat penjelasannya. Hal yang sama juga ketika media ini mencoba menghubungi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB, dr. Doddy Ario Kumboyo tidak menjawabnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menerangkan, dr Asriningrum asal Mataram belum dipastikan meninggal karena positif Covid-19. “dr Asri probable. Probable itu secara klinis keadaan mengarah pada Covid ,tetapi hasi lab belum ada,”terangnya.

dr Eka juga membeberkan jumlah nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 416 orang yang tersebar seluruh kabupaten kota se-NTB. “Jumlah sekarang 416 orang positif, masih dirawat 30 orang sisanya sudah sembuh,”bebernya.

Ia juga menegaskan bahwa dari jumlah nakes yang positif tersebut, hanya satu yang sudah dinyatakan meninggal dunia berasal dari Lombok Tengah yang diketahui berprofesi bidan. “Satu orang bidan yang meninggal dunia,”katanya

Lebih lanjut dr Eka, merincikan dari angka 416 orang yang positif Covid-19 terdiri dari dokter 55 orang, perawat 201 orang, bidan 48 orang, apoteker 18 orang, ahli gizi 15 orang, administari rumah sakit (RS) 25 orang dan analis tujuh orang.

Disisi lain, data Gugus Tugas Provinsi NTB pada, Minggu (13/9)jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 2.960 orang, dengan perincian 2.346 orang sudah sembuh, 173 meninggal dunia, serta 441 orang masih positif. Jumlah Kasus suspek sebanyak 11.203 orang dengan perincian 393 orang (4%) masih dalam isolasi, 139 orang (1%) masih berstatus probable, 10.671 orang (96%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 21.887 orang, terdiri dari 1.311 orang (6%) masih dalam karantina dan 20.576 orang (94%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 75.359 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 890 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 74.469 orang (99%). (sal)

BACA JUGA :  Bertambah Satu Lagi PDP Covid-19 Asal Mataram Meninggal
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaForkopimda Sumbawa Kembali Gelar Patroli Pendisiplinan Protokol Kesehatan
Berita berikutnyaWarga Minta Bupati Berhentikan Kades Lembuak