400 Atlet Internasional akan Berlari Mendaki Gunung Rinjani

MATARAM—Mendaki Gunung Rinjani, bagi sebagian orang mungkin menjadi aktifitas olahraga yang cukup berat. Bagaimana tidak, medan yang akan dilalui terdiri atas turunan dan tanjakan yang tentu saja sangat melelahkan. Apalagi kalau pendakian yang dilakukan juga sambil membawa beban berat di punggung, berisi logistik makanan dan minuman, dijamin pendakian pasti sangat melelahkan.

Namun demikian, ternyata ada sebagian orang-orang “gila” yang melakukan pendakian Gunung Rinjani, dengan cara yang tidak biasa. Mendaki gunung dengan cara berlari, melalui even kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Rinjani 100.

“Peminatnya ternyata juga tidak sedikit. Sejak kegiatan ini dipromosikan dan diumumkan secara resmi melalui akun media sosial, tercatat sudah ada 310 peserta dari berbagai belahan dunia yang telah mendaftar hingga hari ini,” kata Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, kemarin.

Disampaikan Faozal, Rinjani 100 yang bakal berlangsung pada 29 – 31 Juli mendatang, merupakan salah satu dari tiga sport tourism (olahraga wisata) skala internasional yang akan berlangsung di Pulau Lombok. “Dua even sport tourism lainnya yaitu rangkaian seri balap sepeda dunia Gran Fondo New York (GNFY), dan Kejuaraan Dunia Paralayang yang akan berlangsung di Are Guling Lombok Tengah,” tuturnya.

Rinjani 100, atau penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya lebih dikenal dengan nama Rinjani Ultra, yang tahun ini menargetkan sebanyak 400 peserta atlet lari gunung internasional, terbagi dalam empat kategori lomba, yaitu menempuh jarak 27 kilometer, 36 kilometer, 60 kilometer, dan 100 kilometer.

“Menariknya lagi, peserta lomba lari lintas gunung “Rinjani 100” selain akan dilepas start siang hari, baik di jalur pendakian Sembalun maupun Senaru, pada lomba terberat dengan menempuh 100 kilometer, ternyata para peserta dilepas malam hari. Benar-benar ekstrim, berlari mendaki Gunung Rinjani malam hari,” ujar Faozal.

Mengingat beratnya medan yang akan dilalui para peserta, terkait lomba lari gunung ini Disbudpar NTB juga menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan. Termasuk pihak Basarnas, dan Tim Kesehatan juga disiagakan sepanjang jalur lintasan.

“Untuk pengamanan peserta Rinjani 100, kami akan menyiagakan 122 hingga 140 anggota kepolisian, baik dari Polres Lombok Barat dan Polsek Bayan di jalur pendakian Senaru, maupun Polres Lombok Timur dan Polsek Sembalun untuk jalur pendakian Sembalun,” jelas Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol Maningka Jaya.

Mengingat para peserta lomba Rinjani 100 rata-rata adalah atlet dari mancanegara sambung Maningka Jaya, keselamatan dan kenyamanan peserta tentu menjadi prioritas utama. “Karena itu, secara garis besar kami juga telah melakukan pemetaan di lokasi, dimana yang paling sering menjadi problemk para peserta yaitu soal kejelasan jalur lintasan. Untuk itu, pihak panitia agar lebih memperhatikan persoalan ini. Jangan pakai petunjuk arah panah, karena kalau bergeser sedikit saja, peserta bisa tersesat. Lebih baik menggunakan potongan kertas warna-warni atau bubuk khusus untuk menandai jalur lintasan,” saran Maningka Jaya.

Sementara Ketua Koni NTB, Andi Hadianto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan olahraga wisata seperti Sport Tourism yang akan diikuti oleh peserta mancanegara ini dari sisi promosi kepariwisataan sangat menguntungkan. Termasuk biaya penyelenggaraan juga tidak terlalu besar, karena hampir seluruh kebutuhan peserta ditanggung sendiri oleh masing-masing peserta.

“Bayangkan kalau seorang peserta saja pendampingnya ada dua atau tiga orang, maka untuk 400 peserta dikalikan tiga, berarti sudah ada 1200 wisatawan yang berkunjung ke Lombok, khususnya ke obyek wisata Gunung Rinjani,” beber Andi.

Sedangkan Hendra Wijaya, panitia pelaksana, sekaligus atlet lari gunung legendaris di Indonesia menyatakan, bahwa Rinjani 100 yang menjadi bagian dari kompetisi lari gunung dunia, Mont Blanc, menjadi salah satu dari lima medan lari terberat di dunia. Empat lainnya yaitu di Gurun Gobi, Gunung Everest, Gunung Fuji, dan Gurun Sahara. “Karena menempuh jarak yang lumayan jauh, 100 kilometer, maka pelari yang berhasil menakhlukkan Rinjani 100 akan mendapatkan kredit 5 point,” terangnya.

Berapa hadiah untuk pemenang Rinjani 100? “Peserta yang mengikuti kegiatan olahraga ini tidak mendapatkan hadiah. Dan mereka ikut memang bukan untuk mengejar hadiah atau penghargaan, tetapi kredit poin yang diharapkan, agar bisa mengikuti kompetisi serupa dengan great yang lebih tinggi lagi. Paling diakhir lomba nanti panitia hanya memberikan kaos, bahwa peserta tersebut telah berhasil menyelesaikan kompetisi. Tapi khusus untuk peserta Rinjani 100, kami (panitia) akan memberikan jaket eksklusif,” beber Hendra. (gt)

BACA JUGA :  Atlet Kempo Ikuti Kejurnas di Surabaya